loading...
Loading...
Tersangka dan putra sulung almarhum. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kerabat alharmum anggota DPRD Sragen, Sugimin (52) membantah tegas alibi tersangka Nurhayati (40) yang melontarkan pengakuan terpaksa membunuh karena sering diperas dan dimintai uang oleh korban.

Sebaliknya, mereka meyakini bahwa keterangan tersangka yang diketahui berprofesi sebagai dosen di universitas Kediri itu cenderung fitnah yang tak masuk logika.

Bantahan itu dilontarkan putra sulung almarhum Sugimin, Deni Gian Kurniawan (32). Kepada Joglosemarnews.com, ia mengaku tak menyangka jika tersangka melontarkan pengakuan sering diperas oleh almarhum bapaknya. Padahal, menurutnya yang terjadi justru sebaliknya bahwa tersangkalah yang selama ini sering moroti uang bapaknya.

“Itu hanya fitnah dan sandiwara dari tersangka saja. Kami sama sekali tidak percaya kalau dia diperas. Karena wanita itu (tersangka) kalau dilihat memang licik sekali. Yang ada itu kebalikannya Mas. Justru dia (tersangka) yang memeras almarhum Bapak. Saya bilang begini karena saya tahu, uang bapak beberapa waktu belakangan seperti enggak ada wujudnya. Entah hilang atau habis diporoti wanita itu (tersangka),” papar Deni, Jumat (26/4/2019).

Baca Juga :  Jalur Ring Road Utara Sragen Ditutup Sebulan. Kendaraan Dialihkan Lewat Jalur Kota, Kasatlantas Imbau Pengendara Taati Rekayasa Lalin! 

Deni mengaku terpaksa angkat bicara untuk mengonter pernyataan tersangka yang sempat mencuat di media bahwa dia membunuh karena sering diperas. Menurutnya klarifikasi disampaikan untuk menepis tuduhan yang dilakukan tersangka.

Sebaliknya, ia justru meyakini bahwa pengakuan tersangka lebih mengarah pada alibi yang dilontarkan untuk kepentingan pembelaan saja.

Sebab dari kronologis juga terungkap bahwa tersangka memang merancang skenario pembunuhan dan malah meminta salah satu saksi untuk bersandiwara dengan berpura-pura menemukan almarhum tergeletak di tepi jalan.

Baca Juga :  Gara-gara Stiker PSHT, Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan Sadis di Gunung Kemukus Sragen. Pelaku Juga Rampas HP Korban 

“Kalau dirunut, alibinya itu enggak masuk logika semua. Sepertinya hanya asal menuduh. Karena mungkin dia tahu, dia bohong pun enggak akan ada yang dikroscek karena yang dituduh sudah meninggal. Makanya sebagai keluarga, kami sangat mengecam pengakuan tersangka yang sudah memfitnah almarhum Bapak kami,” tegas Deni.

Sebelumnya, tersangka memang sempat melontarkan pengakuan mengejutkan. Saat konferensi pers, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menyebutkan, tersangka memang mengakui memiliki hubungan pribadi dan bisnis dengan korban. Tersangka juga menyebut korban Sugimin kerap meminta uang kepada tersangka.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut 2 Pemotor Tiger VS Jupiter di Mungkung Sragen. Satu Pembonceng Tewas, 2 Lainnya Luka-Luka 

“Sering meminta uang, menurut pengakuan tersangka, ya sekitar puluhan juta. Terakhir meminta yang Rp 750 juta tapi tidak diberikan,” kata Kapolres, Rabu (24/4/2019).

Selain urusan bisnis, menurut pengakuan tersangka, uang akan digunakan untuk mendukung pencalegan korban.

Ketika meminta uang, acapkali korban menekan dan mengancam tersangka. Jika tidak diberikan, anak tersangka akan diculik.

“Akhirnya tersangka mengaku tertekan, sakit hati, lalu merencanakan pembunuhan itu,” tutur dia.

Dia menegaskan, tidak ada motif politik dalam peristiwa itu. Tersangka sempat memberitahu ke suaminya soal tindakan meracuni korban. Namun sang suami tidak mau tahu, dan menyarankan agar korban dibawa ke Sragen. Wardoyo/Aris Arianto

Iklan
Loading...