JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Semua Wilayah di Karanganyar Dinyatakan Rawan Bencana. Setahun Terjadi 50 Kebakaran, Desa Diminta Lebih Tanggap! 

Evakuasi korban longsor Wonosobo, Rabu (28/2/2018).Dok. BNPB
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Evakuasi korban longsor, Rabu (28/2/2018).Dok. BNPB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  Pemerintah desa diminta ikut berperan aktif jika terjadi bencana di wilayahnya masing-masing. Peran aktif yang dimaksud adalah masyarakat setempat tanggap apa yang dilakukan jika bencana terjadi dan mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana sementara.

Sebab hampir seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar berpotensi adanya bencana alam.

“Kerawanan bencana alam di Kabupaten Karanganyar sangat tinggi. Hampir semua kecamatan berpotensi terjadi bencana alam, di wilayah timur yakni rawan tanah longsor dan di bagian barat banjir,” papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko di acara sosialisasi penanggulangan bencana di Rumah Dinas Bupati, Selasa (02/04/2819).

Baca Juga :  Kemelut Jelang Konggres PSSI Karanganyar, Ketua Perkumpulan Aparatur Desa Karanganyar Serukan Gegeran Harus Dihentikan. Sebut Polemik Bikin Malu Karanganyar!

Bambang Djatmiko menambahkan wilayah yang rawan tanah longsor terjadi di Tawangmangu, Jatiyoso, Karangpandan, Matesih, Ngargoyoso, Jenawi.

Sementara daerah rawan banjir dan angin ribut adalah Jaten, Colomadu, Kebakkramat dan lainnya. Selain itu, potensi kebakaran juga terjadi di Karanganyar. Selama tahun 2018 terjadi 50 kejadian kebakaran.

Baca Juga :  Gugatan Pemindahan TPS Oleh PT Menara Santosa, Pemdes Blulukan Colomadu Diputus Bersalah dan Wajib Ganti Rugi Rp 205 Juta

“Saya meminta kepala desa atau lurah membentuk desa tangguh bencana. Sekaligus memberikan alokasi anggaran untuk penanganan pasca kejadian sehingga masyarakat bisa segera tertangani dengan baik,” imbuhnya. Wardoyo