loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Berita hoaks terkait kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian intensif dan menyita banyak energi.

Karena itu, Ketua KPU RI Arief Budiman mengaku tak punya energi berlebih bila harus terus meladeni serangan hoaks dan menyasar institusi yang dipimpinnya.

Apalagi, hari pemungutan suara tinggal menyisakan sekitar enam hari lagi.  Serangan hoaks dirasa cukup menyita energi dan tenaga jajaran KPU.

Baca Juga :  MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Sampaikan Salam Lintas Agama Saat Acara Resmi, Begini Penjelasannya

“Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak karena sudah tercurahkan untuk persiapan-persiapan pelaksanaan Pemilu ini,” kata Arief Budiman di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Geram dengan berbagai serangan hoaks yang menyasar KPU, Arief Budiman berharap aparat kepolisian bisa langsung bergerak. Yakni  mencari dalang pelaku penyebaran berita bohong itu tanpa harus ada laporan dari pihaknya.

Baca Juga :  Merasa Punya Rekomendasi Menag Sebelum Ganti Kabinet, FPI Emoh Perpanjang Izin di Kemendagri

Sebab, bila dirinya harus membuat laporan satu per satu dari setiap serangan yang menyasar KPU, maka prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Mengingat KPU sedang sibuk-sibuknya mengurusi pemungutan suara Pemilu 2019 yang tinggal enam hari lagi, serta penyelenggaraan debat kelima Pilpres 2019.

“Bisa nggak ya ini langsung ditindak lanjuti oleh polisi. Ini kan jelas ya (hoaks). Bisa nggak ya ini langsung ditangani atau ditangkap. Atau harus pakai laporan? Karena kalau harus pakai laporan, terus terang saja prosesnya kan panjang,” ujar Arief.

Baca Juga :  Rapat BPJS Kesehatan dengan DPR Berlangsung Hingga Dini Hari

Arief berharap, pihak kepolisian segera bisa mengambil tindakan cepat untuk menangkap dan menjerat pelaku penyebar informasi yang jelas tidak benar.

“Kami mengimbau polisi bisa menindak. Karena itu jelas, berita itu nggak benar,” imbuhnya.

www.tribunnews.com

Loading...