JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tergulung Tsunami Dadakan di Sungai, 7 Anak dan 1 Orangtua Hilang Ditelan Arus. Dua Anak Terselamatkan Berkat Pegang Tanaman 

Ilustrasi ombak besar (tsunami)

tsunami 20180405 074530
Ilustrasi tsunami

PEMALANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Akibat hujan lebat, delapan orang menjadi korban arus deras luapan sungai Rejasa di Dusun Mejingklak Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, Rabu (25/04/2019).

Kapolsek Belik Kompol Sulamto menjelaskan, tujuh orang anak sedang mandi saat aliran sungai Rejasa meluap.Sedangkan salah satu korban adalah orang tua yang ikut hanyut karena ingin menolong anaknya.

Baca Juga :  Innalillahi, Kapolsek Plupuh Sragen Kompol Marsidi Ternyata Meninggal Karena Positif Terpapar Covid-19. Sempat Alami Batuk Disusul Sesak Nafas Hebat

Derasnya air membuat delapan anak itu tergulung luapan air. Dua orang korban dengan inisial SA (10) dan F (7) selamat setelah berpegangan pada tanaman di tepi sungai.

“Sedangkan dua orang korban dengan inisial S (55) dan IK (11) ditemukan meninggal dunia di blok kasam Desa Beluk Kecamatan Belik,” paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Geger Temuan Jasad Dua Bayi Diduga Kembar Tersangkut di Pintu Air Madukoro Semarang. Terbungkus Kain Dalam Tas Belanja Minimarket, Sempat Dikira Jeroan Ikan

Hingga Kamis (25/04/2019) petang,  empat orang korban masih belum ditemukan. Kompol Sulamto mengungkapkan Polri bersama Tim Sar dan warga masyarakat masih melakukan pencarian pada korban.

“Empat orang anak yang menjadi korban dengan inisial F (13), R (9), R (12) dan DW (11) masih dalam pencarian Tim,” ungkap Kompol Sulamto. Wardoyo