Terungkap, Korban Pembantaian di Gondang Sragen Tewas Karena Pembuluh Darah Pecah Hingga Banjiri Otak 

593
Tersangka saat dihadirkan di Mapolres Senin (1/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penganiayaan sadis di Dukuh Plumbon, Gondang yang dilakukan Edi Santoso (32) warga Plumbon RT 51/13, Gondang, Sragen hingga menewaskan saudara sepupunya, Pujiyanto alias Anto (34) akhirnya terungkap. Saat dihadirkan di Mapolres Sragen, Senin (1/4/3019), Kapolres mengungkapkan penyebab kenapa korban bisa tewas di tangan sepupunya itu.

Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan saat memimpin konferensi pers mengatakan, dari hasil visum korban, diketahui penyebab kematiannya adalah karena pecahnya pembuluh darah akibat dipukuli oleh tersangka.

“Penyebab kematian korban karena pecahnya pembuluh darah dan naik ke otak. Sehingga membuat otak kebanjiran darah,” papar Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Harno.

Kapolres menguraikan korban mengembuskan nafas terakhir hanya sesaat setelah dilakukan pemukulan. Sementara untuk tersangka yang dikabarkan sedikit mengalami gangguan kejiwaan, langsung diamankan untuk kemudian dikirim ke RSJD Solo.

“Tapi bagaimana hasilnya apakah benar kejiwaannya terganggu, nanti biar ahlinya yang memeriksa dan menyampaikan,” tukas Kapolres.

Kasus penganiayaan berujung maut itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut tetangga korban, Gino (48) kejadian bermula ketika pagi itu, korban hendak bepergian dengan sepeda motor. Saat mengambil helm, mendadak pelaku menghampiri sembari ngomel ke korban di rumah korban.

Tanpa basa-basi, pelaku mendadak langsung menyerang saudara sepupunya itu dengan pukulan bertubi-tubi. Korban yang tak siap, tak kuasa melawan. Ia hanya bisa pasrah ketika pelaku menghajarnya berkali-kali dengan pukulan mengenai rahang dan ulu hati.

Korban pun langsung jatuh tersungkur di depan pelaku.  Kapolsek Gondang AKP Kabar Bandiyanto membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan antara pelaku dan korban sebenarnya masih saudara sepupu dan tinggal bersebelahan.

Dari keterangan saksi-saksi dan olah TKP, tidak ada persoalan sebelumnya di antara korban dan pelaku.

“Tahu-tahu pelaku tanya ke korban dan langsung memukuli. Pakai tangan kosong. Sempat dikeroki sebentar oleh ibunya tapi kemudian meninggal. Ini saya masih di RSUD Solo untuk menunggu proses otopsi jenasah korban,” papar AKP Kabar Bandiyanto. Wardoyo