loading...
Tim Inafis Polres Sragen dan Polsek Kedawung saat mengevakuasi jasad korban yang ditemukan di persawahan Kedawung, Selasa (2/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di Desa Karangpelem, Kedawung, Sragen digemparkan dengan temuan sesosok mayat di persawahan Dukuh Semplak, RT 12, Karangpelem, Selasa (2/4/2019) siang. Mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan tergeletak tak bernyawa di areal sawah.

Korban kemudian terdeteksi bernama Mbah Sardi (70) warga Dukuh Winong, RT 3/2, Desa Pendem, Mojogedang, Karanganyar. Dugaan sementara, korban tewas akibat kelaparan dan dehidrasi.

Penemuan mayat itu diketahui sekira pukul 14.00 WIB oleh Tarno (46) warga Dukuh Marditani RT 14, Desa Celep,  Kedawung. Berawal sekira pukul 11.00 WIB, korban datang menitip sepeda motor di rumahnya.

Baca Juga :  Fakta Lengkap dan Kronologi Petugas Medis di Sragen Diteror dan Diancam Usai Jemput Pasien Positif Covid-19. Ternyata si Pasien Sempat Menolak Dikarantina, Bahkan Nekat Ibadah ke Masjid

Saat itu korban pamit hendak mencari rumput pakan ternak di area persawahan Dukuh Semplak, Desa Karangpelem, tak jauh dari rumah Tarno. Namun, kejanggalan mulai muncul setelah hingga pukul 14.00 WIB, korban tak kunjung kembali mengambil motornya.

Karena curiga, Tarno kemudian berinisiatif mencari keberadaan Mbah Sardi ke areal sawah. Setiba di sawah, ia kaget mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak tak bernyawa.

Karena dipastikan sudah meninggal, akhirnya warga melapor ke Polsek Kedawung.

Tak lama berselang, tim Polsek dipimpin Kapolsek AKP Bambang Susilo langsung meluncur ke lokasi melakukan olah TKP dan evakuasi.

Baca Juga :  Diburu Polisi, Nomor Pengirim Teror dan Ancaman Via WA ke Petugas Medis di Kedawung Sragen Mendadak Tidak Aktif. Begini Keterangan Keluarga Pasien Covid-19 Yang Sempat Dicurigai! 

Jasad korban kemudian dilakukan identifikasi dan visum bersama petugas Puskesmas Kedawung. AKP Bambang mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan dari hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan unit identifikasi Polres Sragen dan Petugas Puskesmas Kedawung menyimpulkan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan. Diperkirakan korban mengalami dehidrasi dan kelaparan. Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tandas Kapolsek. Wardoyo