JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aksi Pembacokan di Desa Kecik Tanon. 2 Minggu Sebelum Kejadian, Pelaku Tunjukkan Gejala Keanehan

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi pembacokan

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi pembacokan yang dilakukan pemuda di Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Kecamatan Tanon terhadap tetangganya beberapa hari lalu, memang cukup mengejutkan.

Hartoyo (29) warga Dukuh Karangdowo RT 28, Kecik itu mendadak mengamuk dan membacok Puniyem (48) tetangganya sendiri hingga korban luka parah.

Namun pemuda sebatang kara yang sudah ditinggal meninggal bapak dan ibunya itu, sebelumnya memang sudah menunjukkan keanehan. Selain perangainya berubah, pemuda yang dikenal mengalami gangguan kejiwaan itu juga menunjukkan gelagat aneh dua pekan terakhir.

“Sebenarnya dua minggu terakhir ini sudah menunjukkan keanehan. Kadang sering ngomel-ngomel dan ngomong nggak karuan. Kami juga kaget tiba-tiba langsung mbacok warga,” ujar Supar (45) Ketua RT 28, Karangdowo, Kecik kepada wartawan.

Supar menuturkan selama ini pelaku memang diketahui sudah bolak balik keluar RSJ. Meski kondisinya kadang bisa normal, namun secara psikologi sudah tak bisa diajak komunikasi secara normal.

Baca Juga :  Mayat Pria Telanjang Dada Ditemukan Tergeletak di Pos Ronda Sragen Kota. Di Dekatnya Ditemukan Obat Cina Tawon Liar

Warga sebenarnya juga resah karena kadang pelaku mengamuk. Akan tetapi rasa itu terbentur dengan rasa iba mengingat kondisi pelaku yang yatim piatu.

“Pernah tiga kali dikirim ke RSJ. Tapi kan di RSJ maksimal hanya tiga bulan. Setelah itu ya dipulangkan lagi. Pernah dari RSJD menyarabkan dikirim ke rehabilitas khusus gangguan jiwa, tapi kami enggak tahu prosedur dan dimana lokasinya,” tutur Supar.

Hingga Sabtu (11/5/2019), pelaku masih menjalani perawatan di RSJD Solo. Sementara korban sudah berangsur membaik dan bisa beraktivitas meski ada luka di kepalanya.

Insiden yang sempat menggemparkan itu terjadi dua hari lalu sekitar pukul 08.30 WIB.

Menurut saksi mata, Triwanto (38) warga setempat, kejadian bermula ketika korban dan beberapa ibu-ibu tengah duduk-duduk di depan rumah. Saat itu, pelaku sedang duduk di teras rumahnya yang berjarak dua rumah dari lokasi korban dan ibu lain berkumpul.

Entah setan apa yang merasuki, mendadak pemuda yang selama ini diketahui mengalami gangguan itu, langsung beranjak dari duduknya dan mengambil parang yang tergeletak di depan rumah tetangganya.

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Kemudian ia menghampiri korban dan mengendap-endap dari belakang. Tanpa bicara dan basa-basi, parang itu langaung diayunkan ke arah kepala belakang korban.

Korban kaget dan langsung bereaksi kesakitan. Tebasan parang melukai kepala belakang korban dan kemudian berteriak minta tolong.

Sontak sejumlah ibu-ibu lain langsung meminta tolong hingga datang beberapa warga menolong korban dan mencoba mengamankan pelaku.

“Nggak tahu sebabnya. Awalnya pagi sempat lihat penemuan mayat bayi di sungai dekatnya. Lalu sampai rumah sempat duduk di teras rumahnya. Kebetulan ada parang tergeletak, lalu diambil dan diarahkan mbacok kepala Mbak Pun (korban). Pelaku sempat berontak saat saya amankan bersama dua warga. Bahkan dia sempat nyakot kaki saya, sebelum berhasil kita amankan,” papar Triwanto, Jumat (10/5/2019). Wardoyo