JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat. Ini Kesaksian Korban-Korban Uang Palsu di Sejumlah Pasar di Sragen

Ilustrasi uang palsu
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi uang palsu

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Meningkatkan transaksi dan ekonomi  pada bulan ramadhan dan menjelang Lebaran banyak dimanfaatkan oknum pengedar uang palsu untuk menjalankan aksinya.

Tren yang ada, biasanya pengedar uang palsu memanfaatkan momen menjelang lebaran yang biasanya diwarnai peningkatan perputaran uang di masyarakat.

Maraknya peredaran uang palsu juga diakui oleh sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Sragen. Sejumlah pedagang mengungkap pernah menjadi korban karena menerima uang palsu menjelang lebaran.

Salah satunya Notifah Arum Baati (25). Pedagang pakaian di Pasar Gemolong ini mengaku kisah pedih menerima uang palsu itu dialaminya menjelang lebaran tahun lalu.

Kala itu, dirinya menjual pakaian dengan menerima pembayaran uang lembaran Rp 100 ribuan. Namun rasa senangnya berubah duka ketika uang yang diterimanya ternyata palsu.

“Waktunya lupa, tapi yang jelas mendekati lebaran tahun lalu. Modusnya dia beli dalam keadaan ramai di kios saya. Otomatis saya tidak begitu memperhatikan karena uangnya sepintas juga kayak uang asli. Ketahuannya itu uang hasil jualan baju saya pagi itu saya buat beli snack. Sama pedagang snacknya bilang kalau uang yang saya bayarkan itu uang palsu, yaudah akhirnya saya ganti dengan uang saya yang lain,” kata Notifah, Minggu (19/5/2019).

Baca Juga :  Tak Hanya PSHT, Ketua Pagar Nusa Sragen Juga Tolak Perobohan dan Pembongkaran Semua Tugu Perguruan. Punya 100 Lebih Tugu, Mengaku Tak Bisa Bayangkan Dampaknya Jika Sampai Terjadi Perobohan!

Ia menuturkan pengalaman uang palsu itu baru kali pertama ia alami. Ia kini lebih waspada saat menerima pembayaran menjelang Lebaran seperti ini.

“Semoga pihak kepolisian juiga bisa membrantas pelaku pengedar uang palsu. Karena itu merugikan orang banyak. Kasihan kalau pedagang kecil tertipu dengan uang palsu,” tukasnya.

Pengalaman uang palsu juga dialami Tutik (36) pedagang di Pasar Sumberlawang. Ia juga mengaku pernah mendapat uang palsu menjelang lebaran tahun lalu.

Modusnya pun nyaris sama yakni pelaku membayar ketika situasi sedang ramai. Sehingga ia kehilangan konsentrasi mengecek uang.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Truk Tewaskan 3 Orang di Plupuh Sragen. Gasak Bocah Main Sepatu Roda Lalu Tabrak Pohon Kemudian Timpa Ibu dan Anak Hingga Semua Meninggal Dunia

“Was-was juga. Untungnya enggak seberapa, sekali dapat uang palsu untungnya sudah nggak ada,” tuturnya.

Potensi tingginya peredaran uang palsu menjelang lebaran juga mendapat atensi dari Polres Sragen. Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menghimbau kepada seluruh warga Sragen untuk hati – hati.

Pasalnya menjelang lebaran biasanya tren transaksi dan perputaran uang meningkat sehingga rawan dimanfaatkan untuk pelaku pengedar uang palsu.

“Warga harus teliti dan bisa membedakan uang asli dengan uang palsu. Ciri uang kertas asli antara lain kalau dipegang kasar. Karena mempunyai huruf timbul dan ada beberapa tanda keamanan lainnya, mulai dari pita yang tertanam hingga tanda rectoverso yang merupakan belahan logo BI di kedua sisinya,” ujarnya. Wardoyo