JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Duka Peringatan Hari Pendidikan di Sragen. Kepala MTSN 2 Sragen Tutup Usia, Sempat Beri Briefing Terakhir ke Guru dan Karyawan 

Almarhum Kepala MTSn 2 Sragen, Widagdo, saat diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir, Kamis (2/5/2019). Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Almarhum Kepala MTSn 2 Sragen, Widagdo, saat diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir, Kamis (2/5/2019). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei di Sragen diwarnai kabar duka. Kepala MTS Negeri 2 Sragen, Widagdo meninggal dunia, bertepatan dengan Hardiknas yang jatuh pada Kamis (2/5/2019).

Kepala MTSN yang dikenal baik itu mengembuskan nafas terakhirnya Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 03.30 WIB di kediamannya Dukuh Dawung, Plosorejo, Gondang. Almarhum meninggal di usia 51 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak.

“Informasi yang kami terima, meninggalnya tadi pagi sekitar pukul 03.30 WIB. Kabarnya sempat sakit. Beliau sosok kepala sekolah yang baik. Sempat bertugas di banyak MTSN,” papar pejabat Kemenag Sragen, Kuri Ilmiyati, Kamis (2/5/2019).

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Kuri yang sempat membidangi madrasah di Kemenag menguraikan dirinya juga menyempatkan melayat ke rumah duka tadi pagi.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , almarhum pernah menjabat sebagai kepala MTs Negeri di Miri, Gondang, Sragen, Gemolong. Terakhir almarhum bertugas di Tanon sebelum kemudian mengalami sakitar.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Almarhum dikabarkan sempat beberapa kali mengeluh sakit karena asam urat yang tinggi. Bapak tiga anak itu terakhir kali sempat memberikan briefing terakhir kepada seluruh guru dan karyawan pada Senin (30/4/2019) sebelum pelajaran dimulai.

“Semoga kami bisa meneruskan perjuangan beliau mendidik anak didik kami dengan penuh semangat. Mengingat, beliau tutup usia tepat pada hari pendidikan nasional,” ujar salah satu guru MTSn, Mursini. Wardoyo