loading...
Loading...
AKP Aditya Mulya Ramdhani diterbangkan ke Singapura untuk menjalani pengobatan lanjutan, Kamis (16/5/2019). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Korban pengeroyokan sejumlah oknum pendekar sebuah perguruan silat, AKP Aditya Mulya Ramdhani diterbangkan ke Singapura untuk menjalani pengobatan lanjutan.

Saat dikeroyok AKP Aditya Mulya Ramdhani menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri. Ia diterbangkan menggunakan pesawat charter Gulfstream G150 di Pangkalan TNI Angkatan Udara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali.

Kasatreskrim Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramdhani yang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum pendekar beberapa waktu lalu akhirnya dikirim ke Singapura untuk menjalani pengobatan lanjutan. Mantan Kapolsek Pasar Kliwon Polresta Solo tersebut diangkut menggunakan pesawat charter Gulfstream G150 di Pangkalan TNI Angkatan Udara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali.

Pantauan di lokasi, rombongan pengantar Mantan Kapolsek Pasar Kliwon Polresta Solo tersebut tiba di landasan udara sekitar pukul 16.15 WIB. Ambulan yang mengantarnya langsung masuk apron Lanud Adi Soemarmo, mendekati pesawat yang sudah disiapkan. Usai penyerahan berkas-berkas, tim medis memindahkan tubuh AKP Adiya dari dalam ambulan ke pesawat.

Baca Juga :  Sambut Hari Juang TNI AD, Korem 074/Warastratama Gelar Karya Bakti

Dalam pemindahan tersebu, nampak Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko A Dahniel dan Waka Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Ahmad Luthfi.

“Hati-hati kepalanya,” kata Rycko saat tim melakukan pemindahan.

Pemindahan tubuh AKP Aditya dilakukan secara perlahan dan hati-hati. Ada enam orang yang menggotong tubuh AKP Aditya.

Saat dilakukan pemindahan tersebut, AKP Aditya masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kepalanya dibalut perban, tubuh pun dipasangi sejumlah selang. Proses pemindahan berlangsung lancar.

Baca Juga :  Besok, Pengurus Baru MPC Pemuda Pancasila Solo Dilantik

Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Tri Yuwono Putra mengatkaan pasien dipindah ke Singapura Royal Hospital.

“Status pasien masih Glasgow Coma Scale 4. Kami berupaya tetap hati-hati dalam pemindahan ini,” katanya. Syahirul

Loading...