JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jelang 22 Mei, Polres-TNI Karanganyar Patroli Penyekatan Besar-besaran di Sejumlah Titik 

Sejumlah personel Polres Sragen saat menggeledah mobil boks dalam giat penyekatan Senin (20/5/2019). Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

Sejumlah personel Polres Sragen saat menggeledah mobil boks dalam giat penyekatan Senin (20/5/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepolisian resor (Polres ) Karanganyar melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mengantisipasi perkembangan situasi, baik menjelang hari raya Idulfitri maupun pengumuman hasil perolehan suara hasil pemilihan umum (pemilu) yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

Kapolres Karanganayar, AKBP Catur Gatot Efendi, melalui Kabag Ops, Kompol I Wayan Sudhita mmengatakan, khususnya menjelang pengumuman yang akan dilakukan oleh KPU RI, Polres Karanganyar melakukan patroli dan operasi dalam skala besar dengan melibatkan TNI dari Kodiim 0727. Menurut Kompol Wayan, sebanyak 56 personil Polres Karanaganyar serta 10 anggota TNI diterjunkan dalam patroli ini.

Baca Juga :  Satu Lagi, Korban Meninggal Covid-19 dari Klaster Tempat Ibadah Desa Paulan

“ Mencermati perkembangan situasi yang ada, kami melakukan langkah-langkah pencegahan dengan melaksanakan patroli dan operasi skala besar,” kata Kompol I Wayan Sudhita, Senin (20/05/2019).

Dijelaskannya, patroli serta operasi penyekatan ini dilakukan di perbatasan anatara Karanganyar dan kota Solo, tepatnya di Jurug, di lokasi pemeberangkatan bus serta stasiun kereta api Kemiri, yang berada di Kecamatan Kebakramat. Sampai saat ini, lanjutnya, belum ditemukan hal-hal yang mencurigakan.

Baca Juga :  Angka Covid-19 di Karanganyar Melonjak, Anggota DPR RI, Paryono Bantu Sembako Gratis

“Sampai sekarang patroli dan operasi penyekatan masih terus berlangsung dan akan  dilanjutkan sampai ada perintah pencabutan,” ujarnya.

Kabag Ops juga menghimbau  kepada tokoh-tokoh masyarakat dan ulama di Karanganyar, untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif dan tidak berupaya mengerahkan massa.

“Tidak mengerahkan massa, juga pada tokoh-tokoh dan ulama untuk mengimbau masyarakat untuk tidak beramai-ramai berangkat ke Jakarta. Masyarakat jangan terpancing oleh hal-hal yang belum diketahui kebenarannya, “ tandasnya. Wardoyo