JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kebakaran Hebat Landa Sidoharjo Sragen. Nenek Sebatang Kara Berusia 80 Tahun Ditemukan Tewas Terpanggang

Ilustrasi Tim Polsek Sidoharjo, PMI dan Inafis Polres saat mengevakuasi jasad Mbah Siam yang ditemukan tewas terpanggang di dalam rumahnya yang ludes terbakar, Kamis (30/5/2019) dinihari. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Polsek Sidoharjo, PMI dan Inafis Polres saat mengevakuasi jasad Mbah Siam yang ditemukan tewas terpanggang di dalam rumahnya yang ludes terbakar, Kamis (30/5/2019) dinihari. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Dukuh Pandak RT 13, Desa Pandak Sidoharjo, Sragen, Rabu (29/5/2019) tengah malam. Seorang nenek tewas terpanggang kobaran api yang melahap rumahnya.

Nenek malang itu diketahui bernama Mbah Siam alias Mbah Sih asal Dukuh Pandak RT 13, Desa Pandak, Sidoharjo. Nenek berusia 80 tahun itu ditemukan hangus terbakar di rumahnya.

Data yang dihimpun di lapangan, kobaran api kali pertama diketahui sekira pukul 23.15 WIB. Menurut keterangan warga, api langsung berkobar melahap rumah korban yang terbuat dari kayu itu.

Baca Juga :  Tak Hanya PSHT, Ketua Pagar Nusa Sragen Juga Tolak Perobohan dan Pembongkaran Semua Tugu Perguruan. Punya 100 Lebih Tugu, Mengaku Tak Bisa Bayangkan Dampaknya Jika Sampai Terjadi Perobohan!

Kondisi korban yang sudah renta dan pikun, membuatnya gagal menyelamatkan diri. Diduga kuat, kebakaran terjadi saat korban tengah terlelap dan tak tuntas mematikan puntung rokoknya.

“Saat warga bangun, api sudah terlanjur membesar dan enggak bisa dikendalikan. Warga juga berusaha memadamkan tapi kondisi api makin tak terkendali. Baru kemudian datang mobil pemadam,” papar Marno, salah satu warga.

Kebakaran hebat itu membuat seisi kampung berhamburan berusaha membantu pemadaman. Warga yang mengetahui korban masih ada di dalam tak kuasa melakukan penyelamatan.

Setelah api padam, barulah dilakukan pencarian dan nenek malang itu  ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi hangus terbakar.

Baca Juga :  Peduli Penanganan Covid-19 Sragen, PLN Surakarta Gelontor 12 Wastafel Portabel. Bupati Berharap Bisa Bermanfaat Untuk Masyarakat

Kades Pandak, Joko Suwanto menyampaikan kebakaran hanya berlangsung tak lebih dari 15 menit. Namun karena besarnya api, membuat satu rumah berukuran besar yang ditinggali korban, langsung ludes rata tanah.

Api baru benar-benar padam sekitar pukul 24.00 WIB.

“Kebakarannya mungkin hanya sekitar 10-15 menit. Tapi langsung habis karena saking besarnya api. Korban meninggal terbakar di dalam rumah. Selama ini korban tinggal sendirian dan sudah pikun,” paparnya Kamis (30/5/2019) pagi. Wardoyo