JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

KH A Basyir Sukoharjo Tolak Keras Gerakan People Power. Sebut People Power Merusak Kedamaian Negeri 

KH A Basyir. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
KH A Basyir. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Mencuatnya isu gerakan people power menjelang 22 Mei terus memantik penolakan dari masyarakat di Sukoharjo. Salah satu tokoh agama di Kecamatan Grogol, H. Abdul Basyir menegaskan menolak keras segala bentuk gerakan berkedok people power terkait Pemilu.

Sebab menurutnya gerakan mengatasnamakan people power itu hanya akan merusak kedamaian yang ada di negeri ini.

Baca Juga :  Waspada, Seluruh Kecamatan di Sukoharjo Kini Menjadi Zona Merah, Total Kasus Positif COVID-19 Melonjak di Angka 108

“Kalau ada gerakan people power itu saya akan menolak semuanya. Sebab situasi ini sudah aman damai. Harapan kami Indonesia menjadi aman sejuk damai,” paparnya ditemui Rabu (15/5/2019).

Sebaliknya, KH Basyir memandang pelaksanaan Pemilu 17 April sudah berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia. Pun dengan antusiasme masyarakat utamanya di Grogol sangat tinggi dalam menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga :  Tambah Terus Slur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Kini Menjadi 97

Ia tak ingin semangat besar masyarakat itu terabaikan hanya karena gerakan atau sekelompok orang yang ingin mengusik lewat gerakan people power.

“Kalau ada kelompok yang ngatakan KPU tidak jujur, kami menolak itu. Karena kami sendiri tokoh masyarakat yang tahu dan mengamati sendiri. Pemilu berjalan dengan lancar, jujur dan adil,” pungkasnya. Wardoyo