loading...
Loading...
Kakak kandung Taufik, Arifin saat menceritakan kisah perantauan adiknya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Taufik Rochim (27), TKI asal Dukuh Pijilan RT 4, Jambanan, Sidoharjo Sragen yang hilang misterius di perairan Panama, baru setengah tahun bekerja. Taufik bekerja sebagai ABK di kapal berbendera Taiwan.

Taufik dikabarkan hilang pada 15 April 2019 pagi, sekitar pukul 08.00 waktu setempat saat kapal yang ditumpanginya berlayar di Perairan Panama.

Kakaknya, Arifin membenarkan hilangnya adik kandungnya tersebut.

Ia mengungkapkan, informasi yang diterima dari perusahaan adiknya bekerja, menyebutkan saat waktu makan pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

“Setelah makan pagi, Rochim sudah tidak ada di kapal. Dari 13 ABK yang tidak ada hanya Taufik Rochim saja,” papar Arifin ditemui di rumah orangtuanya, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, kabar hilangnya Taufik diketahui dari informasi perusahaan adiknya bekerja. Taufik diketahui kali pertama berlayar dari Indonesia menuju Panama dengan kapal berbendera Taiwan.

Baca Juga :  18 Warga Sragen Meninggal Terserang AIDS. Dinas Sebut Angka Kasus Terus Meningkat, Total Ada 1.171 Penderita HIV/AIDS

Taufik berangkat bekerja setengah tahun yang lalu. Bahkan terakhir komunikasi dengan keluarga sebelum berangkat berlayar.

“Ini pertama dia berlayar. Berangkat dari rumah pada 25 Nopember 2018. Komunikasi terakhir dengan keluarga, istrinya sebelum pemberangkatan. Pas di pelabuhan. Soalnya kalau pas di laut kan tidak mungkin bisa komunikasi, bisanya satelit,” urai Arifin ditemui di rumah orangtuanya yang sangat sederhana.

Kabar hilangnya Taufik juga diungkapkan Wabup Dedy Endriyatno. Ia mengatakan kabar hilangnya Taufik diketahui dari laporan di media sosial. Pemkab langsung berkomunikasi dengan BNP2TKI dan langsung di cek dengan KJRI di Taiwan.

Baca Juga :  Geregetan Kasus Satpam Galak di RSUD Sragen, Bupati Minta Dirut Wajib Beri Pembinaan! 

Hanya saja hasilnya sementara Rochim belum terdaftar di Sesko TKI Taiwan.

“Saya menyayangkan di hari buruh ada kabar duka TKI dari Sidoharjo Sragen. Kabar hilang pada 15 April 2019. Tapi sampai saat ini belum ada rilis resmi dari perwakilan. Kami dapat informasi langsung bergerak, koordinasi dengan instansi terkait,” katanya kepada wartawan. Wardoyo

Loading...