JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Misteri Pembunuhan di Hutan Jati Randublatung Terungkap. Korban Dibantai Pakai Golok, Pelakunya Langsung Kejang-Kejang dan Tewas Saat Ditangkap

Ilustrasi mayat di hutan. Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi mayat di hutan. Foto/Humas Polda 

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri penemuan mayat di hutan jati Randublatung, akhirnya terungkap. Tim Resmob Satresrim Polres Blora, berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuh Tamsi (70), sekitar pukul 19.30 WIB, di rumahnya sendiri, Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, Blora.

Sayangnya tersangka yang bernama Munadi (61), juga tetangga korban, meninggal dunia (MD) saat perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetidjono, Kota Blora.

“Benar, tersangka pembunuh Tamsi sudah tersingkap, kebetulan juga tetangga korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, Minggu (19/5/2019) dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Dijelaskan, saat hendak ditangkap di rumahnya oleh tim Resmob II, tersangka mendadak kejang-kejang, lemas, malam itu juga langsung dilarikan ke RSU untuk mendapat perawatan.

“Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, tersangka Munadi meninggal,” tambah Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim), AKP Heri Dwi Utomo.

Baca Juga :  Temanggung Izinkan Warga Gelar Hajatan, Objek Wisata Mulai Dibuka

Menurutnya, sebelum meninggal dunia, tersangka sempat mengeluarkan beberapa kata mengakui membunuh Tamsi, namun belum sempat membeber apa motifnya.

Bercak Darah

Tim Reserse Mobil (Resmob) II Satreskrim, lanjut Heri, menemukan alat bukti pakaian tersangka terdapat noda darah, dan sebilah golok di rumahnya.

“Alat bukti ditemukan di belakang rumah tersangka, kini kami amankan untuk barang bukti,” jelas Heri.

Ditambahkan, tersangka Munadi, merupakan tetangga korban, dia pulang kerumah menjelang buka puasa melalui pintu bekalang, jadi saat tertangkap di rumahnya masih dalam keadaan hidup.

Menurut Heri, bisa jadi karena syok, dan belum makan selama dua hari dalam persembunyiannya di hutan, tersangka kejang-kejang, dan meninggal saat hendak dibawa ke rumah sakit.

Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil visum mayat tersangka, tapi dengan meninggalnya tersangka kasus tersebut ditutup demi hukum.

Baca Juga :  Wali Kota Hendi Minta Validasi Data Penerima Bansos Tak Terjadi Duplikasi

Selanjutnya Minggu dini hari, jenazah Munadi diserahkan kepada istrinya, Siti Fatimah, disaksikan Kades Ngliron, Muntono.

“Tersangka MD, tentunya secara otomatis kasus ini ditutup demi hukum,” jelas Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo.

Diberitakan sebelumnya, Tamsi (70), ditemukan tewas di hutan jati Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, masuk wilayah Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, Blora, Jumat (17/5/2019) petang.

Indikasi Tamsi sebagai korban pembunuhan, karena berdasar hasil visum tim medis RSU Dr. Soetijono Blora, menemukan luka di kepala korban bekas benturan benda tumpul, dan luka parah di anggota badan lainnya.

Terlacak korban bernama Tamsi (70) warga Desa Ngliron, ditemukan kali pertama sekitar pukul 17.15 WIB oleh menantunya sendiri, Matraji. Wardoyo