JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pengemudi Ojek Online Diimbau Tak Ikut People Power yang Digagas Amien Rais

tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para pengemudi ojek online diimbau untuk tidak terbujuk untuk ikut melakukan people power yang digagas politisi gaek PAN, Amien Rais.

Imbauan itu, justru datang dari rekan-rekan mereka sendiri. Mereka tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia.

Menurut kelompok ini, gerakan people power hanyalah keinginan dari oknum elit politik yang tidak menginginkan kedamaian di masyarakat.

“Termasuk juga rasa damai bagi para ojol yang memang fokus pada memenuhi nafkah bagi keluarganya sehari-hari,” kata Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Baca Juga :  Nahas, Setelah Dicabuli Pamannya, Bocah Ini Jadi Korban Pemerkosaan Petugas Perlindungan Anak

Rencana aksi people power itu pertama kali dilontarkan Amien Rais saat aksi 313 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Aksi 313 itu menuntut agar KPU menjalankan pemilihan umum 17 April 2019 dengan jujur dan adil.

Ketimbang ikut gerakan people power, Igun mengatakan, pengemudi ojek online saat ini sedang memiliki tugas lebih besar yaitu memperjuangkan payung hukum dari sudut kepentingan mereka.

Menurut dia, masih banyak payung hukum yang diharapkan para pengemudi ojek online dari pemerintah.

Baca Juga :  Sopir Taksi Online Tewas Digorok di Bekasi, Mobilnya Ditemukan di Tangerang

Terakhir,Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menerbitkan Kepmenhub Nomor 348 Tahun 2019 dan Permenhub Nomor 12 Tahun 2019.

Pihak Garda pun mengapresiasi aturan yang telah ini, namun tetap mengingatkan sejumlah aturan lain yang selayaknya diterbitkan bagi pengemudi ojek online.

Di antaranya yaitu payung hukum dari sisi jaminan sosial pengemudi, perlindungan penggunaan teknologi aplikasi pemesanan, perlindungan hukum bagi financial technology, hingga payung hukum bagi kemitraan.

“Garda bersama jutaan ojek online seluruh Indonesia sangat berharap payung hukum yang belum terealisasi tersebut dapat diwujudkan ,” ujarnya.

www.tempo.co