loading...
Loading...
Abdul Hamid. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Penasehat MWC NU Kecamatan Plupuh, ustadz Abdul Hamid menyatakan menolak keras gerakan people power terkait hasil Pemilu 2019.

Pernyataan sikap itu disampaikan Jumat (17/5/2019) menyikapi memanasnya situasi dampak isu people power belakangan ini.

Baca Juga :  Oknum PNS Sragen Pelaku Intimidasi Agar Nyoblos PDIP di Pemilu 2019 Dijerat Pasal Pidana Umum. Kapolres: Ancamannya Hukumannya di Bawah 5 Tahun!  

Abdul yang juga pengasuh Ponpes Darussalam Plupuh itu menolak people power karena bisa mengancam keutuhan NKRI dan kedaulatan bangsa.

“Kami menolak keras people power. Kami mendukung persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati,” paparnya.

Baca Juga :  Duka di Tengah Peringatan HUT RI di Tanon Sragen. Kebakaran Dahsyat Ludeskan Rumah Warga Suwatu, 2 Keluarga Terpaksa Mengungsi 

Abdul juga mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri yang sudah berperan besar sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan aman, damai, jujur, adil dan transparan. Wardoyo

Iklan
Loading...