JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Ponpes Sunan Kalijaga Sebut People Power Rusak Ibadah Puasa

ilustrasi/tempo.co
ilustrasi/tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  People power yang sering digaungkan belakangan ini, dinilai berpotensi merusak ibadah puasa.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh
Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan Yogyakarta.

“Hal-hal yang dapat merusak, menghilangkan nilai ibadah selama puasa haruslah ditinggalkan, apalagi puasa sendiri disebut sebagai jihad besar,” kata
Beny Susanto, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan Yogya dalam keterangan pers Minggu (12/5/2019).

Baca Juga :  Banjir Lahar Dingin Merapi Akibatkan Jalur Tambang di Kepuharjo Terputus

Beny mencontohkan hal yang dapat menghilangkan nilai ibadah seperti beberapa ucapan oknum massa Gabungan Elemen Rakyat (Gerak) untuk Keadilan dan Kebenaran di Kantor Bawaslu Jakarta, pada 10 Mei 2019.

“Cemooh seperti ‘pencitraan-pencitraan! jangan pakai peci dan sorban kalau masih curang..,percuma kau salawat…., minum saja Pak….’ termasuk kategori prasangka buruk (suudzon), fitnah, provokasi dan hinaan,” kata Beny.

Baca Juga :  Mahar Kaesang Pangarep untuk Erina Gudono, Seperangkat Alat Salat dan Uang Tunai Rp 300 Ribu

“Apalagi ucapan itu dilontarkan kepada para polisi yang melakukan tugas pengamanan aksi, sambil bersenandung salawat.”

Beny mengatakan salawat merupakan doa yang sangat hebat dalam ritual Islam, dicontohkan Allah SWT dan para malaikat.

4Menurut dia, polisi-polisi tersebut cukup tabah, sabar, dan tidak terpancing, bisa mengendalikan diri sesuai dengan perintah dan makna puasa.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com