loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Situasi pasca kerusuhan 22 Mei masih belum pulih sepenuhnya. Karena itu, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq meminta Koordinator Jubir BPN Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak  tidak mengeluarkan pernyataan yang bersifat provokatif.

Ahmad Rofik menyesalkan pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak yang mengklaim paslon 02 mendapat banyak tawaran jabatan dari kubu calon presiden inkumben Joko Widodo.

Menurut Rofiq, pernyataan seperti itu tak patut diungkapkan Dahnil di tengah-tengah situasi politik yang memanas pasca-kerusuhan 22 Mei.

“Pernyataan Dahnil yang model begini, yang justru membuat tensi politik semakin tinggi. Ini tidak bijak. Tidak perlu ngomporin Pak Prabowo atau Sandi untuk lebih berkeras hati,” ujar Rofiq, Jumat (24/5/2019).

Baca Juga :  Kebakaran Hutan dan Lahan di Kaltim, 9 Orang Jadi Tersangka

Menurut Rofiq, dalam situasi seperti ini, seharusnya kedua belah pihak, baik TKN maupun BPN memberikan informasi kondusif dan tidak memantik benih kemarahan. Menurut Rofiq, kubunya tak pernah menjanjikan apapun soal bargaining politik seperti itu.

“Karena kan kalau ada muncul penawaran, dalam konteks politik itu cukup melecehkan. (Yang ditawarkan bisa) merasa dilecehkan, direndahkan, jadi ini enggak pas. Harus bijak dalam situasi begini,” ujar pria yang juga merupakan tokoh Muhammadiyah ini.

Baca Juga :  Jadi Tersangka, Sebesar Ini Kekayaan Imam Nahrawi

Sebelumnya Dahnil Anzar mengklaim jagoannya mendapat banyak tawaran jabatan dari kubu calon presiden inkumben Joko Widodo.

Namun, dia tak menyebut tawaran jabatan apa yang datang ke Prabowo dan Sandiaga. Namun menurut dia, Sandiaga berulang kali menyampaikan bahwa dirinya tak tertarik dengan tawaran jabatan itu. Dia mengklaim, Prabowo – Sandiaga tak ingin melakukan kompromi politik.

“Banyak sekali tawaran-tawaran jabatan ke Prabowo, Bang Sandi. Bang Sandi tidak pernah tertarik. Dia tidak terbuka pada upaya lobi-lobi jabatan,” kata Dahnil di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Baca Juga :  YLBHI: Presiden Jokowi Lakukan 5 Kebohongan Terkait Revisi UU KPK

Kendati demikian, kata Dahnil, pada prinsipnya Prabowo terbuka jika Jokowi ingin bersilaturahmi. Namun dia menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu tak ingin ada kompromi dengan kecurangan-kecurangan yang mereka temukan di pemilihan presiden 2019.

“Kapan pun Pak Jokowi silaturahim ke Kertanegara atau ke Hambalang, Pak Prabowo itu welcoming,” kata mantan Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.

www.tempo.co

Loading...