loading...
Loading...
Ilustrasi gunung

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Malam ke-21 bulan ramadhan menyisakan insiden tragis. Pasalnya, dari 1.119 warga dua puluh satu ramadhan atau lebih dikenal dengan malam selikuran, ada satu pendaki yang dilaporkan hilang.

Korban bersama ribuan warga itu melakukan pendakian Gunung, utamanya Gunung Sumbing.

Wakapolres Temanggung Polda Jateng Kompol Hendrawan Hasan menerangkan bahwa pendaki gunung Sumbing pada saat malam selikuran kali ini mencapai 1.119 orang dan yang tercatat atau melaporkan di pos pengamanan jalur Kacepit sebanyak 889 orang.

“Ada beberapa jalur pendakian gunung sumbing yaitu melewati Kacepit, Wonosobo, Tembarak serta Magelang,” terangnya.

Lebih lanjut, Hendrawan menyampaikan bahwa sampai saat ini masih ada beberapa pendaki yang belum turun dan satu anak dilaporkan hilang.

Baca Juga :  Video 8 Siswi SMAN 2 Demak Diduga Pesta Miras Viral di Medsos, Ini Pernyataan Kepala Sekolah

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan, anak yang belum ditemukan bernama Ardian Risky (12) warga Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo. Bocah itu hilang setelah terpisah dari rombongan di pertigaan Banjaran 1 pada siang hari saat rombongan naik ke Gunung Sumbing.

“Tadi malam kami bersama tim gabungan sebanyak 36 orang sudah melakukan penyusuran namun belum membuahkan hasil,” ungkapnya dilansir Tribratanews Polda Jateng Senin (27/5/19).

Ia menambahkan sebelum pelaksanaan pendakian gunung pihaknya beserta tim yang terdiri dari komunitas relawan, TNI, Satpol PP, BPBD, Tagana, Perhutani, Banget Bulu, Cepag dan Sar Wonosobo selalu berkoordinasi.

Setiap pendaki agar mendaftarkan diri sehingga saat pendakian akan didampingi oleh tim beserta relawan. Namun ternyata masih ada yang terpisah dari rombongan.

Baca Juga :  Teknologi Terbaru PJU Solar Cell Yang Anti Pencurian Bakal Hadir. Ada 5.000 Titik Lampu PJU SC Bakal Terangi Kendal 

“Mohon doanya semoga pendaki yang hilang bisa segera diketemukan, pencarian tetap kami lakukan dibantu dengan tim serta relawan yang ada,” pungkasnya. Wardoyo

 

Loading...