JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Tragis, Gelandangan Kelaparan Ditemukan Sekarat di Kebun Tebu. Saat Dievakuasi Malah Langsung Meninggal

Foto evakuasi korban. Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto evakuasi korban. Foto/Humas Polda

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang gelandangan ditemukan dalamlndisi sekarat di dekat kebun tebu, Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Rabu (01 Mei 2019) sekira pukul 10.00 WIB. Tragisnya saat akan dibawa ke rumah sakit, pria tunawisma itu malah meninggal dunia.

Juwanto, seorang warga Desa Landoh, Kecamatan Sulang menuturkan kali pertama warga mengetahui keberadaan pria tersebut tergeletak di dekat kebun tebu. Perangkat desa berinisiatif menghubungi aparat Polsek Sulang.

Yang bersangkutan sempat dimandikan, kondisinya tampak sangat lemas. Setelah itu dibawa dengan menggunakan mobil Polsek Sulang, menuju rumah sakit. Tapi nyawanya tidak tertolong.

Baca Juga :  Atikoh Ganjar Pranowo Tekankan Komunikasi Anak dengan Orang Tua Harus Selaras dan Terus Dibangun

“Ya warga sama perangkat desa tadi sudah gerak cepat untuk menolong mas. Tapi Tuhan berkehendak lain. Andai saja tahu lebih cepat kemarin-kemarin, mungkin akan beda ceritanya,“ tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Sulang Polres Rembang Iptu Heri Basuki menjelaskan pihaknya tidak menemukan kartu identitas korban. Hingga Rabu malam jenazah korban masih berada di kamar mayat RS dr. R. Soetrasno Rembang. Polisi sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, mengenai kejadian itu. Jika sampai hari Kamis (02/05/2019) belum ada keluarga yang datang ke rumah sakit, maka jenazah akan dimakamkan.

Baca Juga :  Bupati Batang Hanya Izinkan Penyelengaraan Hajatan di Zona Hijau

“Ada informasi bapak ini punya kerabat di Kabupaten Blora. Tapi nggak jelas di mana alamatnya, ya kita susah menghubungi. Kalau nggak ada keluarga, biasanya jenazah tanpa identitas dimakamkan di makam Desa Kabongan Kidul, dekat rumah sakit,” kata Heri.

Heri memastikan penyebab pria tanpa identitas ini meninggal dunia bukan karena tindak kekerasan. Diduga kondisinya lemas, akibat belum makan dan semalaman kehujanan di tempat tersebut. Wardoyo