loading...
Loading...
Iptu Sugihantoro bersama para petinggi PSHT. Dok. Humas Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM-Bakal dirobohkannya tugu perguruan beladiri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW) di Wonogiri mendapat respon positif para ketua perguruan tersebut. Mereka mengaku menyetujui langkah itu untuk mewujudkan Wonogiri yang aman damai dan tentram.

Ketua PSHT Cabang Wonogiri, Joko Prihanto mengatakan, setuju dengan pembongkaran tugu perguruan. Terlebih jika muaranya untuk menciptakan suasana kondusif dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Namun demikian perlu ada sosialisasi kepada anggota perguruan oleh para pengurus.

“Kami setuju dengan pembongkaran tugu,” kata dia saat mengikuti forum diskusi bersama Forkopimda Wonogiri di Mapolres Wonogiri, Jumat (31/5/2019).

Baca Juga :  Alhamdulillah, Masjid Al Barokah Koramil Tawangsari Sukoharjo Diresmikan, Diharapkan Bisa Membawa Nikmat

Hal serupa dikemukakan Ketua Cabang PSHW Wonogiri, Priyanto. Menurut dia sudah ada beberapa kali pertemuan yang digekat sebelumnya. Pertemuan menghadirkan para petinggi PSHW maupun PSHT disaksikan Forkopimda. Intinya semua sepakat bahwa tugu harus dirobohkan.

“Kalau bicara sakit, ya memang sakit dan sedih jika tugu identitas perguruan harus dirobohkan. Tapi kalau demi kepentingan bersama, rasa sakit dan sedih itu harus dikesampingkan,” jelas dia.

Nurul Romadhon, pengurus PSHT Purwantoro, menegaskan, sumber permasalahan dalam konflik 8 Mei adalah adanya provokasi. Kepolisian mesti mengusut tuntas siapa provokatornya. Sedangkan Wahyu pengurus PSHW Slogohimo, meminta aparat untuk tegas dalam menyelesaikan masalah yang timbul. Haryanto

Loading...