JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Tunggu Hasil KPU, Direktur Amir Institut Sukoharjo Ajak Masyarakat Luas Tolak People Power 

Amir Mahmud. Foto/Wardoyo

IMG 20190514 203522
Dr H. Amir Mahmud. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Lembaga Amir Institut di Sukoharjo menyatakan sikapnya menolak segala bentuk tindakan pengerahan massa atau people power terkait hasil Pemilu 2019. Pasalnya, tindakan itu merupakan bentuk tindakan yang melanggar konstitusi atau inkonstitusional.

Penegasan itu disampaikan Direktur Amir Institut Sukoharjo, Dr. H Amir Mahmud, Selasa (14/5/2019). Ia mengatakan proses Pemilu sudah selesai digelar.

Saat ini tinggal menunggu hasil perhitungan suara yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei 2019. Karenanya sudah semestinya semua elemen masyarakat luas, menunggu hasil yang akan diumumkan oleh KPU sebagai lembaga yang memiliki otoritas untuk itu.

Baca Juga :  Mau Tahu Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo? Ini Loh Data Lengkapnya Ternyata Angka Kesembuhan Bertambah Drastis 206 Dalam Beberapa Hari

“Maka dari itu, kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat luas untuk menolak segala bentuk dan tindakan people power untuk hal-hal yang terkait dengan hasil Pemilu 22 Mei 2019,” paparnya ditemui di kediamannya Selasa (14/5/2019).

Baca Juga :  Ngeri Lur, Pasien Meninggal Lantaran COVID-19 di Sukoharjo Kini Hampir Tembus Angka 100, Total Kasus Terkonfirmasi Positif Terpapar Virus Corona Sudah Mencapai 1.863

Amir kembali menegaskan pihaknya tak sependapat dan menolak keras tindakan atau gerakan people power yang terkait hal-hal Pemilu. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, jangan sampai masuk dalam hal-hal yang sifatnya inkonstitusional.

“Sekali lagi kami mengajak masyarakat luas menolak gerakan pengerahan massa terkait Pemilu,” tandasnya. Wardoyo