loading...
Loading...
Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membagikan ilmu kepada para petani di Tawangmangu, Karanganyar agar sayur lebih tahan lama. Hal itu dilakukan oleh Fakultas Pertanian UTP Surakarta lewat penyuluhan pengemasan produk sayur agar tahan lama, di desa banjarsari, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar (22/4/2019).

Dalam rilis yang diterima Joglosemarnews.com, Senin (29/4/2019), disebutkan bahwa Desa Banjarsari, Tawangmangu adalah daerah penghasil sayur yang baik. Hasil panen yang melimpah dan permintaan pasar hingga keluar daerah menjadi kekuatan ekonomi masyarakatnya.

“Pada mulanya, masyarakat hanya menjual sayur hasil pertaniannya langsung dari petani ke konsumen dipasar. Kalaupun dijual keluar wilayah karanganyar, produk hasil pertanian tidak bisa bertahan lama karena belum melalui pengemasan yang baik”, tutur Djumadi, Koordinator Lingkungan Desa Banjarsari.

Baca Juga :  Bantu Atasi Kesehatan Masyarakat, UMS Terjunkan 496 Mahasiswa Ilmu Kesehatan di 60 Desa Boyolali

Lebih lanjut Djumadi mengatakan bahwa, di daerahnya memiliki produk unggulan lain selain sayur yaitu, keripik pare dan keripik bayam. Melihat hal tersebut, dosen FP UTP Ratih Dwi Kartikasari dan Agung Prasetyo berbekal ilmunya dalam bidang bisnis pasca panen memberikan penyuluhan kepada Ibu-Ibu PKK agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi dan tahan lama tanpa bahan pengawet.

Baca Juga :  APSMI 2019, Perkuat Solidaritas Antar PT Anggota

Ratih, dalam paparan materinya mengatakan bahwa kunci dari menaikan nilai ekonomis suatu produk selain kualitas produk itu sendiri adalah di pengemasannya. Dengan pengemasan yang baik,menarik dan tepat akan menjadikan produk tahan lama dan memiliki nilai jual yang lebih baik. Tata cara menyimpan sayur yang benar juga bisa menjadikan awet hingga 2-3 minggu bahkan sampai 1 bulan. Alat bahan yang digunakan adalah styrofoam, kertas alas, sayuran, serta plastic wrap.

Baca Juga :  496 Mahasiswa Ilmu Kesehatan UMS Ikuti KKN di Boyolali

Pada kesempatan itu, Agung Prasetyo juga memperkenalkan alat sealer untuk meningkatkan proses pengemasan produk.

“Selama ini ibu-ibu hanya menggunakan streples dalam pengemasan, dinilai kurang memiliki nilai jual dan memiliki resiko tertelan karena tercampur dengan produk”, terang Agung.

Fakultas pertanian UTP memberi penawaran untuk peningkatan pemasaran produk UMKM khususnya produk yang dihasilkan di daerah Banjarsari dengan adanya pembentukan kelompok usaha bersama sehingga memiliki kekuatan serta lebih besar dan daya tawar yang lebih kuat dalam hal pemasaran. Triawati PP

Iklan
Loading...