loading...
Loading...

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kawasan wisata Dlingo yang berbukit-bukit perlu diwaspadai, terutama bagi wisatawan dari luar yang belum paham medan.

Sebab, tak jarang mereka yang menggunakan google maps, terjebak di jalan yang terjal dan membahayakan nyawa. Salah satu jalur yang patut diwaspadai adalah jalur Cino Mati.

Terkait dengan hal itu, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan, jalur cino mati tidak direkomendasikan untuk dilewati bagi mereka yang akan berwisata ke arah kawasan Dlingo, Bantul.

Pasalnya, pengendara dari luar biasanya tidak tahu kondisi medan setempat. Sehingga sering terjadi hal yang dapat membahayakan nyawa.

“Memang kami tidak merekomendasikan untuk bus pariwisata lewat Cinomati ketika mau naik ke Dlingo,” kata Kapolda Irjen Pol Ahmad Dofiri kepada wartawan di Mapolda DIY, Senin (27/5/2019).

Baca Juga :  Selain Dirut, Ini 4 Direksi di PT Garuda yang Bakal Dicopot

Terlebih lagi pada musim libur lebaran 2019 besok, tidak sedikit para pengunjung dari luar yang memilih berwisata ke kawasan tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian akan tetap memasang pos keamanan sebagai antisipasi.

“Kita tetap pasang pos keamanan bersama warga masyarakat disana karena suatu waktu mereka (pengunjung) kadang sering menggunakan google maps sebagai alat petunjuk. Tahu-tahu medannya curam. Oleh karena itu kita sediakan pos disana bagi mereka yang menggunakan jalur itu,” tambahnya.

Pihak kepolisian akan melakukan pengamanan secara maksimal. Menurutnya lalu lintas khususnya jalur cino mati menjadi focus utama pada saat mudik besok.

Ia menambahkan, terkait musim mudik lebaran besok, dengan terhubung exit tol Solo masuk ke Yogya dimungkinan arus mudik akan semakin padat. Oleh karena itu pos Prambanan akan diperkuat nantinya termasuk rekayasa lalu lintas.

Baca Juga :  Saut Situmorang: KPK Mestinya Penjarakan Lima Orang Lebih Sehari

“Yogya bukan lintasan utama arus mudik, tapi tujuan mudik dan wisata. Pengalaman sebelumnya, kita juga akan atensi di jalur-jalur tertentu yang berpotensi kepadatan,” pungkasnya.

www.teras.id/KRJogja

Loading...