loading...
Warga membongkar lapaknya sendiri. Foto: Pemilik bangunan di Jalan Transito, Pajang, Laweyan, Solo terlihat membongkar sendiri lapaknya, Selasa (25/6/2019). Foto: Triawati PP

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemilik bangunan di Jalan Transito, Pajang, Laweyan, Solo terlihat membongkar sendiri lapaknya, Selasa (25/6/2019). Mereka melakukan pembongkaran sejak Senin (24/6/2019) untuk kepentingan pembangunan underpass di kawasan tersebut.

Salah satu pemilik bangunan, Jumadi mengaku membongkar bangunan tempatnya berjualan tanaman hias dan makanan burung dengan inisiatifnya sendiri. Jumadi menyadari bahwa dirinya bukan warga Kota Solo sehingga tidak akan mendapatkan solusi tempat usaha yang diprioritaskan Pemkot Solo.

“Sengaja bongkar sendiri agar bisa memilah milih mana yang masih bisa dimanfaatkan. KTP saya Karanganyar, kalau aturannya kan penempatan tempat usaha baru hanya bagi warga asli Solo saja, jadi saya terpaksa tutup sementara, belum ada tempat lagi, sementara jualan secara online saja,” ujar warga Gondangrejo, Karanganyar tersebut.

Jumadi juga menyadari bahwa temlat usahanya berada di atas lahan pemerintah sehingga tidak mempersoalkan penataan tersebut, termasuk ongkos bongkar yang ia dapatkan meskipun tidak sebanding dengan biaya yang ia keluarkan untuk membangun tempat usaha di lahan tersebut sejak tahun 1994 lalu.

Baca Juga :  Hapus Stigma RS Corona, RSUD Moewardi Pastikan Aman untuk Pasien Umum

“Saya membangun ini habis sampai Rp 35 juta sekitar dua tahun lalu. Terus dapat gantinya sekitar Rp 2 jutaan, ya gimana lagi, kita pasrah saja mengikuti aturan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Penataan Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Handoko menyebut sejak Senin (24/6/2019) sudah ada beberapa bangunan milik warga di kawasan Transito bantaran rel kereta api telah dibongkar atas permintaan pemilik bangunan dan Disdag memberikan fasilitas mobil angkut serta tenaga bongkar jika warga membutuhkan bantuan.

“Kalau dari Pemkot kan tangggal 1 Juli 2019 besok, ini yang dari permintaan warga, mereka minta dibongkar sendiri lebih awal, ya kami bantu, kami fasilitasi, termasuk dari petugas PLN untuk hal yang berkaitan dengan instalasi listrik juga membantu,” paparnya.

Baca Juga :  Darurat Alat Pelindung Diri (APD), PMI Solo Bagikan Gratis ke Rumah Sakit

Di sisi lain, sebanyak 104 bangunan di tepi Jalan Transito akan ditertibkan Pemkot Solo menyusul rencana pembangunan underpass di wilayah setempat. Mayoritas bangunan merupakan lokasi usaha pedagang kaki lima (PKL). Triawati PP