loading...
ilustrasi narkoba

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Karanganyar, cukup memprihatinkan. Hal itu dinilai sebagai dampak peredaran narkoba yang disuplai dari Solo dengan nilai Rp 15 miliar perhari.

Bahkan peredaran narkoba ini sudah mulai merambah ke sekolah.

Untuk itu, para orang tua, lebih serius lagi, dalam melakukan pengawasan dan memperhatikan pergaualan anak-anaknya.

Hal tersebut dikatakan bupati Karanganyar, Juliyatmono,  usai mengikuti gerak jalan santai dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Jumat (28/06/2019).

“Saat ini peredaran narkoba semakin meluas, bahkan mulai merambah anak sekolah. Orang tua harus semakin ketat dalam mengawasi anak-anaknya. Peran serta masyarakat untuk ikut melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini juga harus terus menerus dilakukan, karena  narkoba itu, sangat  berbahaya, mematikan dan membunuh,” kata bupati.

Baca Juga :  Update Terbaru Corona Karanganyar Hari Ini. Ada 287 ODP Lulus, Jumlah ODP Menurun Drastis Tinggal 587, Jumlah PDP Tambah 3 Orang Jadi 20

Bupati juga mengungkapkan sejumlah daerah rawan peredaran narkoba di Karanganyar, diantaranya, di lingkungan sekolah, warung-warung, lingkungan pasar palur, ring road, wilayah Colomadu, sebagian Gondangrejo, Kebakramat dan  Jaten.

Peredaran narkoba di Karanganyar karena imbas peredaran narkoba dari Solo. Ia menyebut nilai transaksi narkoba mencapai Rp 15 miliar per hari.

“ Transaksi biasanya di jalan.Karanganyar banyak dari Solo. Saya minta informasikan bahaya narkoba ke masyarakat. Luar biasa dahsyatnya bahaya narkoba. Tidak ada obat kecanduan narkoba. Untuk itu, cegah mulai sekarang,” tandas bupati.

Terpisah, Ketua Pelaksanaan Harian P4GN Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan, dalam pencegahan bahaya narkoba di wilayah Karanganyar, pihaknya melalui P4GN melakukan pencegahan atau langkah preventif dengan memsosialisasikan bahaya narkoba kepada senegap elemen.

Baca Juga :  Update Terbaru Corona Karanganyar Hari Ini. Jumlah ODP Tambah 14 Orang Jadi 815, Jumlah PDP Tambah 2 Jadi 14 Orang

“Semua elemen menjadi sasaran, baik itu pelajar, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum. Sosialisasi dilakukan sampai sampai ke tingkat desa. Karena peredaran narkoba sekarang tidak hanya di kota tapi juga ke pelosok  desa,” terangnya. Wardoyo