loading...
Sumber/Youtube

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di sejumlah daerah pengikut bisnis kroto CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen cemas. Mereka khawatir merasa tertipu setelah usaha dan gudang pusat investasi yang berada di Dusun Kroya, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen mendadak tutup.

Padahal pengikut atau mitra yang sudah menanam investasi di bisnis bersistem Multilevel Marketing (MLM) dengan sarana semut rangrang itu mencapai ribuan.

Tak tanggung-tanggung, nominal investasi yang mereka setor antara puluhan hingga ratusan juta.

Meledaknya investasi semut kroto CV MSB tak lepas dari keuntungan menggiurkan yang ditawarkan pengelola.

No, salah satu warga sekitar CV MSB menuturkan untuk dapat berinvestasi di CV tersebut, pelanggan harus membeli per paket dengan harga Rp 1.500.000, dengan minimal pembelian 10 paket.

Setelah dibeli, semut rangrang dipelihara selama kurang lebih lima bulan dan akan dibeli lagi oleh CV MSB.

Setiap investor berhak mendapat keuntungan sebesar Rp 700.000/paket setelah lima bulan beternak rangrang.

Keuntungan menggiurkan itulah yang membuat banyak pemilik uang tergoda.

Bahkan tak sedikit yang menambah modal investasinya dengan harapan bakal cepat kaya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut 2 Motor di Patihan Sragen. Hendak Belok Kanan, Kakek-Kakek Tewas Dipenggal Motor Pak Guru dari Belakang

“Ada yang sudah ikut lalu nambah lagi. Di Sidoharjo ini juga banyak yang ikut sampai menyetor ratusan juta. Awal-awal lancar makanya pada tertarik. Nggak tahunya kok tiba-tiba tutup ini jadi pada kebingungan,” tutur No.

Ia menceritakan memelihara semut rangrang juga terhitung mudah, hanya cukup memberi makan semut rangrang itu dengan gula pasir.

“Gimana ya, kasihan sih banyak investor yang tertipu puluhan hingga ratusan juta, tapi katanya modal akan dikembalikan, tapi secara bertahap,” imbuhnya.

Cerita yang sama juga dituturkan Payem (50) warga Dukuh Kroyo, Desa Taraman yang sudah bergabung dengan investasi ternak semut rangrang kroto itu. Ia mengisahkan para peserta bisnis investasi yang menyerahkan uang tunai Rp 1,5 juta, mendapatkan dua toples berisi semut rangrang untuk diternak. Selang lima bulan kemudian, toples ternak rangrang yang disimpan itu diambil karyawan PT MSB.

“Kabarnya telur dan semut rangrang raja yang diambil, untuk pembuatan obat,” urainya.

Nasabah yang membeli satu paket Rp 1,5 juta itu bisa mendapatkan keuntungan Rp 1 juta. Karena saat toples ternak rangrang itu diambil karyawan CV MSB,  pemilik dibayar Rp 2,5 juta.  Selama diternak, pemilik hanya menebar gula pasir ke dalam toples tiga hari sekali.

Baca Juga :  Tiga Patung dan Tugu PSHT di Sragen Dilaporkan Jadi Sasaran Pengrusakan. Dua Patung Dirobohkan, Satu Tugu Dirusak

Merasa ada peluang bisnis menggiurkan, Payem mengambil investasi 20 paket senilai Rp 30 juta. Investasi ternak semut rangrang itu diatasnamakan Aulia Febrianto, anaknya.

Diketahui, bisnis yang dikelola CV MSB itu sudah berlangsung sejak Tahun 2014 silam. Ratusan warga Desa Taraman, sudah menjadi mitra CV MSB sejak lama.

Sebagian besar diantara mereka sudah kembali modal, bahkan meraup keuntungan. Sebaliknya bagi mitra yang baru memulai  investasi enam bulan terakhir, belum mengecap keuntungan sama sekali.

Keresahan pun menggelayuti lantaran modal mereka belum kembali sementara sejak Mei 2019 lalu bisnis itu mendadak sudah tutup. Wardoyo