JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Cerita Pilu Pelajar SMP Yang Tewas di Air Terjun Lorodan Semar. Sempat Minta Tolong Pegangan Kaki Temannya 

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib nahas menimpa Fani Aditya Saputra warga Dukuh Kentengan, Desa Jepang RT 01 RW 03 Kecamatan Mejobo, Kudus. Pelajar 14 tahun itu meninggal dunia usai tenggelam di obyek wisata Lorodan Semar turut Dukuh Ngalingan, Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Pati, Minggu (16/06/2019).

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Kayen AKP Tejo Pramono mengatakan pukul 09.00 Wib, korban bersama dengan sembilan temannya menuju obyek wisata Lorodan Semar dengan mengendari lima motor.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya pukul 10.00 WIB, teman-teman korban langsung masuk ke obyek wisata dan menuju air terjun yang paling bawah untuk berenang.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Pengaruhi Indeks Kerawanan Pemilu di Kabupaten Semarang

Korban yang diketahui tidak bisa berenang, sebelumnya sudah diperingatkan oleh teman-temannya agar tidak ikut berenang. Namun, saat itu korban tetap nekat membuka baju dan berenang bersama temannya.

Nahas saat masuk ke air itu, rupanya korban terpeleset hingga terjatuh di air yang dalam.

“Saat itu, korban sempat minta tolong dengan memegang kaki salah satu temannya. Namun, pegangan itu ternyata terlepas hingga korban tenggelam dan tidak kelihatan,” ujarnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Melihat kejadian itu, lanjutnya, teman-teman korban merasa panik dan langsung meminta bantuan kepada pihak penyelenggara pariwisata Lorodan Semar. Sayang, saat ditemukan korban dalam kondisi lemas dan langsung dilarikan ke RSUD Kayen untuk mendapatkan pertolongan.

Baca Juga :  Selama Tiga Bulan, 7 Ular Piton Berhasil Ditangkap di Blora

“Sampai di RSUD Kayen, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Meski demikian, pihak RSUD Kayen tetap melakukan pemeriksaan medis. Dari catatan yang diperoleh, pupil mata korban tidak ada reaksi, mulut terdapat cairan berupa busa dan bercak darah.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia karena tenggelam atau kekurangan oksigen dan terlalu banyak meminum air,” tandasnya. JSnews