loading...
Loading...
Gladi bersih dalang kolaborasi/dok Humas Unisri

SOLO, Joglosemarnews.com – Setelah kurang lebih 10 tahun Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta tidak pernah menggelar pagelaran wayang kulit, Sabtu (22/6/2019) bertempat di halaman auditorium Unisri, akan pentaskan kembali pertunjukkan wayang kulit.

Demikian diungkapkan Direktur Pasca Sarjana Unisri, Dr. Wibowo Murti Samadi, SH, MS, selaku Panitia Dies Natalis Unisri ke-39 Sie Pentas Wayang Kulit, disela-sela gladi bersih, Rabu malam (19/6-2019).

Baca Juga :  Menembus Batas, Ketua PWM Jateng Resmikan Sekolah Unggul

“Kita akan kembali hidupkan tradisi wayangan yang sudah sepuluh tahun ini ditinggalkan yaitu pentas wayang kulit untuk menyemarakkan acara dies. Sekaligus nguri-uri dan melestarikan budaya jawa yang adi luhung,” paparnya sebagaimana dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Lebih lanjut, Wibowo Murti Samadi menyampaikkan pentas akan mengambil lakon Sesaji Raja Soya dengan menampilkan tiga dalang, yaitu Ki Gunapati Wibowo nama pentas dari Direktur Pasca Sarjana, Wibowo Murti Samadi, dosen prodi PGSD Ki Winarto, S. Sn, SPd, MSn dan Dalang Remaja Ki Fajar Rahmat dari komunitas Ondo Rante.

Baca Juga :  Mulai Tahun Depan, Bidik Misi Akan Diubah Menjadi KIP Kuliah

“Pemilihan lakon disesuaikan dengan kondisi kekinian. Sesaji Raja Soya menggambarkan watak angkara murka dan rakus terhadap kekuasaan, namun hancur lebur oleh kejujuran dan integritas,” tuturnya.

Pentas kolaborasi sengaja dilakukan untuk menggali potensi berkesenian dilingkungan Unisri, serta untuk membangkitkan kecintaan civitas akademika Unisri terhadap seni tradisi.

Baca Juga :  KPM Cabang Solo Berbagi Ilmu Matematika Nalaria Realistik Kepada 120 Guru MIN se Kabupaten Magelang

“Mencintai budaya tidak sekedar retorika, namun benar-benar dilakukan dengan tindakan nyata,” pungkasnya. suhamdani

Loading...