loading...
Loading...
Ilustrasi warga memadati penemuan jasad korban tenggelam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Warga Kampung Maron, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen digemparkan dengan insiden tewasnya seorang bocah, Minggu (23/6/2019) siang. Alvino (6) bocah asal Kampung Pondok Rejo RT 1/6, Nglorog ditemukan tak bernyawa di Sungai Maron.

Bocah malang itu meregang nyawa saat hendak memancing bersama teman-temannya. Warga pun langsung berhamburan setelah mendengar jeritan dan teriakan histeri dari teman-temannya yang mengetahui kejadian.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika bocah mungil itu pergi memancing bersama teman-temannya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Gondang Sragen. Hektaran Tebu Siap Panen Ludes, Warga Panik dan Berhamburan 

Mereka kemudian pergi ke Sungai Maron. Saat duduk menunggu umpan di tepi sungai, mendadak pijakan kaki korban terpeleset.

Tubuh kecil Alvino tak cukup kuat untuk bertahan. Ia langsung terpeleset dan tenggelam ke dalam sungai. Melihat temannya hilang ke sungai, sontak teman-teman korban langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu membuat warga langsung berhamburan datang dan melakukan pencarian. Tak butuh waktu lama, jasad korban kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Baca Juga :  Kecelakaan 2 Motor Mahasiswi VS Siswi di Pasar Masaran Sragen, Satu Korban Ditemukan Terkapar Luka Parah

Selanjutnya, oleh warga dan petugas, korban sempat dibawa ke RSUD Sragen. Sayang, nyawa bocah itu tak terselamatkan.

Karena sudah meninggal, jasad korban akhirnya dibawa ke rumah duka dengan diantar Kanit Reskrim dan Ka SPK Polsek Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi membenarkan kejadian itu. Menurutnya sesaat setelah menerima laporan, tim langsung terjun ke lokasi melakukan evakuasi korban dan olah TKP.

Baca Juga :  Perang Tembakan di Pilkades Sragen, Kapolres Isyaratkan Pemberi Bakal Diproses Utama, Begini Cara Laporannya Jika Menemukan Money Politik!

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan mulut korban masih mengeluarkan air yang disebabkan perut korban terlalu banyak kemasukan air. Karena keluarga sudah menerima, jasad korban akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tandas Iptu Mashadi. Wardoyo

 

Iklan
Loading...