loading...
Loading...

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nama Getuk Take, produk yang berasal dari Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, gaungnya sudah sampai ke tingkat nasional.

Menyebut nama Getuk Take, tentu tak pernah lepas dari sosok bernama Edi, atau yang akrab disapa Pak Edi Blangkon.

Dalam satu kesempatan, Pak Edi Blangkon berkisah, sehabis pulang dari Korea, dia kepikiran bagaimana memanfaatkan ketela pohon untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Berkat kreativitasnya, akhirnya terciptalah produk dari tangannya, yang diberi nama Getuk Take. Senin (17/6/2019) kemarin, wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Jateng mengadakan kunjungan ke tempat produksi Getuk Take.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, M Chamim Irfani mengaku senang bisa berkunjung ke tempat produksi Gethuk Take dan melihat langsung proses pembuatannya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Mau Bayar Denda Tilang Kini Tak Perlu Antre di Kejaksaan Lagi. Sekarang Bisa Dilayani di Kantor Pos Kota Maupun Kecamatan

“Rasanya enak, lembut dan manis. Kalau di desa asal saya, ini namanya Gemblong. Tapi ini sudah dimodifikasi dengan baik, sehingga menjadi produk yang jauh berbeda dengan aslinya,” ujarnya.

Chamim mengatakan, pelaku usaha tradisional seperti Pak Edi Blangkon dan rekan-rekannya perlu memiliki wadah untuk berkumpul dan bernaung.

Salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang akan bisa mewadahi para pelaku wisata di Tawangmangu.

“Sehingga mereka bisa berdaya guna dan maju bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang selaku Ketua UBSI mengatakan, produk unggulan Gethuk Take harus dibranding dengan baik. Selaras dengan era digital sekarang ini, maka branding perlu memanfaatkan internet dan media sosial agar bisa dikenal luas oleh masyarakat.

Baca Juga :  Bersenjata Kapak, Raja Begal Sadis Asal Sumatera Yang Ditembak di Karanganyar Ternyata Sudah Beraksi di 44 Lokasi di Solo Raya

“Harapan saya, Pak Edi Blangkon harus bisa menginspirasi sesama UMKM lainnya agar masyarakat meningkat taraf kehidupannya,” ujarnya. A Setiawan

Loading...