loading...
Loading...
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi wacana pembentukan Satgas dan tim untuk memerangi praktik money politik di Pilkades serentak 27 September mendatang.

Ia pun meminta sebenarnya praktik money politik bisa dihilangkan jika semua pihak ikut berperan. Terutama pihak calon Kades dengan berkomitmen tak melakukan money politik.

“Sebenarnya kalau tidak ada satu pun kontestan yang memberi uang, selesai kok. Tapi begitu ada satu uang memberi uang, yang lain pasti akan ikut-ikutan,” paparnya saat berbincang kepada wartawan belum lama ini.

Ia juga sepakat sudah saatnya praktik dan budaya money politik dihentikan di Sragen. Dengan menghilangkan budaya itu, maka ke depan semua kontestasi akan bisa berjalan dan semua calon akan berbicara adu program.

Baca Juga :  Jembatan Butuh Gagal Selesai, Sragen Dapat Sanksi dari Pemprov Jateng. Dana Rp 4,4 Miliar Akhirnya Hangus

Ia meyakini jika semua calon sepakat tak melakukan money politik, masyarakat lambat laun juga akan menyadari.

“Soal dampak kehadiran masyarakat akan rendah ya enggak apa-apa. Karena semua kebijakan pasti akan ada dampaknya. Tapi yang jelas itu jalur yang tepat untuk memberi pendidikan politil kepada masyarakat,” terangnya.

Perihal sanksi diskualifikasi bagi calon yang terbukti atau kadernya terbukti melakukan money politik, Yuni mengaku hal itu yang sedang dipikirkan bersama. Menurutnya secara prinsip sanksi itu akan memberi efek jera, hanya saja perlu dicari dasar hukumnya terlebih dahulu.

Baca Juga :  Puluhan TNI Dikerahkan Bersihkan Sampah Sungai Mungkung, Dandim Sragen Ingatkan Buang Sampah Denda Rp 50 Juta

“Kalau enggak ada dasar hukumnya, nanti akan sangat mudah muncul gugatan. Tapi secara prinsip yang jelas ini baik karena semua sudah satu frame dan mendorong stop money politik,” pungkasnya. Wardoyo

 

Loading...