loading...
Loading...
Aktivis Komppas saat berpose bersama Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Sragen usai beraudiensi, Kamis (27/6/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kasus dugaan megapungli bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) di Kabupaten Sragen memantik respon dari masyarakat.

Sejumlah aktivis dari Komunitas Peduli dan Pemerhati Sragen (Komppas) mendatangi Polres Sragen untuk memberikan dukungan kepada Polres dalam pengusutan kasus pungli yang diduga merugikan hampir Rp 20 miliar lebih tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Polres mengusut tuntas kasus itu dan memproses semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Komppas datang dengan diwakili sembilan aktivis. Mereka dipimpin Ketua Komppas Sunarto, Sekretaris Eko Joko Priharyanto bersama sejunlah anggota.

Semula mereka berharap bisa bertemu dengan Kapolres, namun ternyata Kapolres tak berada di tempat.

Mereka pun akhirnya diterima beraudiensi dengan Kasat Reskrim AKP Harno dan Kasat Intel AKP Manto.

Baca Juga :  Usai Didemo, Rekanan Proyek Grompol-Jambangan Kerahkan Mobil Tangki Sirami Jalur Debu. Warga Desak Izin Dikaji Ulang! 

Kepada wartawan, Sunarto mengatakan kedatangan Komppas ke Polres untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada Polres dalam menangani kasus korupsi bermodus pungli bantuan Alsintan di Sragen. Menurutnya kasus itu perlu prioritas lantaran sudah menjadi perhatian publik dan mencuat di media massa.

Selain itu, bantuan Alsintan yang harusnya diserahkan gratis itu justru jadi ajang pungli dan mengeruk keuntungan segelintir kelompok saja.

“Itu yang menyakitkan hati rakyat. Bantuan yang harusnya diberikan gratis, masih nekat dipungut dan jumlahnya pun enggak sedikit,” paparnya kepada wartawan.

Sekretaris Komppas, Eko Joko Priharyanto menguraikan kedatangan Komplas ke Polres memberikan apresiasi atas penanganan kasus Alsintan yang telah menetapkan 2 tersangka. Lebih dari itu, ia berharap Polres bisa mengusut tuntas aktor yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Video: Misteri Semburan Api Dari Tanah di Tanon Sragen. Begini Penjelasan Lengkap Tim ESDM Provinsi Jateng!

Sebab data dan pengaduan yang diterimanya, bantuan unit mesin yang mengalir ke Sragen lebih dari 1.000 unit sejak 2014 dengan nominal pungli antara Rp 5 hingga Rp 50 juta.

“Harapan kami, tidak hanya pionnya yang dijadikan korban. Tapi jika ada keterlibatan orang lain sebagai yang berwenang dalam kebijakan bantuan tersebut agar segera diungkap dan diproses hukum,” paparnya.

Ia berharap aparat bisa mengusut semua aktor mulai dari pengepul hingga aktor besar yang diyakini menjadi pusat penerima aliran pungli. Dengan proses hukum, diharapkan bisa menguak tabir kebobrokan dan bisa menjadi efek jera agar kasus korupsi di Sragen bisa diberantas tuntas.

Baca Juga :  Jadi Bandar Sabu, Warga Jambanan Sragen Ditangkap Polisi. Disita 2 Plastik Sabu Disimpan di Bungkus Hemaviton 

Senada, anggota Komppas Joko Susilo menilai karena sudah mencuat di masyarakat melalui media, masyarakat sangat berharap kasus skandal pungli Alsintan bisa dituntaskan agar menjadi terang benderang.

Sementara, menanggapi hal itu, Kasat Reskrim AKP Harno mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan bahwa telah menerima audiensi dari Komppas dengan damai dan kondusif.

Menurutnya dalam audiensi itu disampaikan bahwa terkait penanganan kasus Alsintan, Polres sudah melimpahkan berkas untuk dua tersangka yakni Sudaryo (58) dan Setyo Apri Surtitaningsih (42) yang merupakan penarik pungli dan penerima setoran di dinas pertanian.

“Berkas dua tersangka sudah kita naikkan ke kejaksaan. Selanjutnya masih kita dalami,” paparnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...