loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews com – Pulau besar di Kutub Utara atau yang biasa disebut dengan Greenland,  kehilangan lebih dari 2 miliar ton es atau 40 persen lebih wilayahnya, Jumat (14/6/2019).

Hal itu terjadi pada musim leleh, yang biasa terjadi pada pertengahan bulan Juni. Musim leleh rata-rata untuk Greenland berlangsung dari Juni hingga Agustus, dengan sebagian besar pencairan terjadi pada bulan Juli.

“Fenomena pencairan ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Thomas Mote, seorang ilmuwan peneliti di University of Georgia yang mempelajari iklim Greenland.

Baca Juga :  Pernah Mengandung Bayi Kembar 3, Kini Kayla Melahirkan 4 Bayi Kembar

Hal itu sebanding  dengan beberapa lonjakan yang terlihat pada Juni 2012.  Banyaknya es yang mencair pada awal musim panas bisa menjadi pertanda buruk, menunjukkan bahwa tahun 2019 mencatat rekor jumlah kehilangan es Greenland.

Mote menjelaskan bagaimana salju dan es mencair dari lapisan es Greenland, terutama di awal musim, membuatnya lebih mudah untuk pencairan tambahan terjadi kemudian di musim panas.

Salju putih dan es, yang terang dan memantulkan kembali sinar matahari ke ruang angkasa, mengurangi jumlah panas yang diserap dan membantu menjaga lapisan es tetap dingin. Proses ini dikenal sebagai “albedo”.

Baca Juga :  Rambut Penumpang Terjepit Pintu, Jadwal Keberangkatan Kereta Ditunda

“Peristiwa-peristiwa pencairan ini menghasilkan perubahan permukaan albedo,” menurut Mote, yang akan memungkinkan lebih banyak panas matahari pertengahan musim panas untuk diserap ke dalam es dan melelehkannya.

Menurut Mote semua tanda tampaknya mengarah ke musim lelehan yang besar, dan dia bukanlah satu-satunya ilmuwan yang berpikir demikian.

Jason Box, ahli klimatologi es di Lembaga Survei Geologi Denmark dan Greenland, memperkirakan pada akhir Mei bahwa 2019 akan menjadi tahun leleh besar bagi Greenland.

Baca Juga :  Rambut Penumpang Terjepit Pintu, Jadwal Keberangkatan Kereta Ditunda

Box menunjukkan bahwa tahun ini memiliki hari-hari pencairan musim yang luar biasa di awal bulan April, dan musim lelehan terjadi sekitar tiga minggu lebih awal dari rata-rata, dan lebih awal dari tahun yang meleleh pada tahun 2012.

Selain pencairan musim awal, tutupan salju sudah lebih rendah dari rata-rata di Greenland Barat, dan menggabungkan faktor-faktor ini berarti bahwa 2019 kemungkinan akan menjadi tahun pencairan yang sangat besar, dan bahkan potensi untuk melampaui rekor pencairan es pada 2012.

www.tempo.co

Iklan
Loading...