loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Tim kuasa hukum Prabowo -Sandiaga mengaku telah mempersiapkan setidaknya 30 saksi dan ahli untuk dihadirkan dalam sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (Sidang MK).

Demikian disampaikan oleh  tim kuasa hukum sesaat setelah berkonsultasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sabtu (15/6/2019).

Iwan Satriawan, anggota tim kuasa hukum, menyatakan 30 saksi dan ahli itu rata-rata menanyakan jaminan keselamatan atas kesaksian mereka.

Baca Juga :  Ketua DPD Golkar Jawa Barat: Munas Golkar Sering Menjadi Awal Perpecahan

“Apa jaminan keselamatannya jika saya datang ke Jakarta, ketika dalam proses persidangan, dan pulang ke daerah masing-masing?” demikian kata Iwan Satriawan menirukan pertanyaan mereka.

Menurut Iwan 30 saksi dari berbagai provinsi harus dipastikan perlindungannya terkait kesaksiannya di persidangan MK kelak.

Baca Juga :  Garuda Membolehkan Penumpang Berswafoto, Asalkan ...

“Saya pikir tidak ada orang yang mau memberi testimoni tanpa jaminan perlindungan,” kata Iwan.

Ketua tim kuasa hukum kubu 02, Bambang Widjajanto menyatakan untuk memberikan perlindungan itu mereka berkonsultasi kepada LPSK.

“Tidak akan mungkin keadilan dicapai kalau dia di bawah diancam. Kami ingin mendorong supaya proses itu tidak di bawah ancaman,” kata Bambang.

Baca Juga :  Kakak Beradik Ini Berhasil Curi 31 Sepeda Motor di Parkiran Minimarket, Scoopy dan N Max Paling Diincar, Ini Sebabnya

Bambang mengatakan setelah berdiskusi dengan LPSK, dia akan mengirimkan surat kepada MK terkait perlindungan saksi ini.

“Mudah-mudahan surat ini bisa memastikan proses di MK dalam pemeriksaan saksi dan ahli dibebaskan dari rasa ketakutan,” kata Bambang.

www.tempo.co

Iklan
Loading...