loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki usia yang ke-79, Gereja St Petrus Purwosari, Surakarta membuat gebrakan yang berbeda.

Sebagai implementasi dari konsep srawung, sebagaimana ditetapkan dalam arah dasar Keuskupan Agung Semarang, Gereja St Petrus membuka diri dan mengembangkan rasa peduli terhadap lingkungan.

“Selaras itu, tema yang kita angkat Gereja yang Ramah Lingkungan,” ujar Pastor Kepala Paroki, Romo Albertus Agus Aristiyanto dalam jumpa pers di ruang Fransiskus, Selasa (25/6/2019) malam.

Romo Agus menjelaskan, tema ulang tahun kali ini lebih spesifik. Pasalnya, sesuai arah dasar Keuskupan Agung Semarang, gereja diminta untuk lebih terbuka dan memiliki wawasan lingkungan.

Pius Triwahyudi selaku  koordinator publikasi menjelaskan, rangkaian ulang tahun ke-79 tersebut sebenarnya sudah dimulai beberapa waktu lalu dengan berbagai kegiatan lomba liturgi maupun non liturgi, sertai aksi sosial.

“Di bidang liturgi antara lain lomba tata peribadatan, lomba menghias altar dengan tanaman hijau dan lain-lain,” jelasnya.

Dapur milik warga yang dirombak agar memenuhi standar kesehatan/Dok Panitia

Sementara lomba non liturgi antara lain berupa lomba pembuatan poster penyelamatan lingkungan yang diikuti anak-anak dan remaja. Ada pula lomba membudidayakan tanaman di lahan terbatas.

Baca Juga :  Melalui Gerakan KitaVSCorona, Grab Perangi Covid-19

“Dalam lomba ini, peserta menanam dan mengamati tumbuh kembang tanaman. Di situlah di akan menemukan suatu kekuatan yang menggerakkan,” ujarnya.

Sementara dalam skope kewilayahan, digelar pula lomba membuat vertical garden, lomba membuat lubang biopori dan lomba melukis pot bertema lingkungan.

Di luar itu, masih ada beberapa kegiatan dalam rangkaian HUT tersebut, yakni acara jalan santai peduli lingkungan.

“Ini bagian dari mengasah kepekaan umat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan,” tambah Koordinator Non Liturgi, Denok Marty Astuti.

Sementara untuk mengasah kepedulian umat terhadap masyarakat sekitar, digelar aksi  sosial berupa penjualan sembako murah, aksi donor darah, pengobatan gratis hingga potong rambut gratis.

“Dan yang terkini adalah pengelolaan sampah. Sebab, persoalan lingkungan yang paling urgen adalah sampah,” ujar Denok.

Terkait dengan hal itu, Gereja St Petrus mulai merintis pengelolaan sampah yang berlokasi di halaman belakang gereja.

“Kami mulai mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos,”  bebernya.

Baca Juga :  27 Napi di Solo Mendapat Pembebasan karena Corona

Beberapa kegiatan lainnya, adalah penyehatan rumah. Kegiatan ini semacam ‘bedah rumah’ yang tidak layak huni dan tidak memenuhi standar kesehatan, dirombak sedemikian rupa agar memenuhi standar kesehatan.

Seluruh rangkaian acara HUT ke-79 Gereja St Petrus Purwosari tersebut berujung pada Misa Syukur yang akan berlangsung Sabtu (29/6/2019).

Uniknya, jika dalam misa mingguan menggunakan iringan musik organ, khusus untuk Misa Syukur kali ini akan digunakan iringan musik band.

“Ini adalah bagian dari keterbukaan gereja terhadap orang muda. Sebab masa depan gereja terletak di tangan orang-orang muda,” tutup Romo Agus. Suhamdani