JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jelang Putusan MK, Warga Karanganyar Diminta Tak Usah ke Jakarta. Ini Masalahnya!

tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang keputusan Mahkamah Konstitusi pada 28 Juni 2019 mendatang terkait gugatan Pasangan Presiden 02 atas hasil Pemilihan Presiden, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karanganyar,meminta warga turut menjaga kondusivitas lingkungannya masing-masing.

Agus menyatakan, masyarakat Karanganyar semakin cerdas, serta tidak mudah terprovokasi. Hal ini dibuktikan saat  pesta demokrasi yang berlangsung di Karanganyar, yang diawali dengan pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala desa serta pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden yang bersamaan dengan pelaksanaan pemilihan legislatif.

Baca Juga :  Pembina Klub Sepakbola BFA Karanganyar Tuding Panitia Kongres PSSI Tidak Akomodatif. Ini Pemicunya!

Seluruh pesta demokrasi yang telah berlangsung, menurut Agus, berjalan lancar dan kondusif.

“Kami minta agar warga Karanganyar  jangan pernah mudah diprovokasi dan diadu domba. Mari kita jaga kondusifitas Karanganyar yang selama ini dikenal dengan wilayah yang paling kondusif selama proses demokrasi berlangsung,” ujarnya Minggu (23/06/2019).

Menurut  Agus, saat ini, proses sidang di MK sudah selesai dan tinggal menunggu keputusan. Untuk itu, Agus menghimbau kepada warga, agar tidak berangkat ke Jakarta dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada MK.

Baca Juga :  Kemelut Jelang Konggres PSSI Karanganyar, Ketua Perkumpulan Aparatur Desa Karanganyar Serukan Gegeran Harus Dihentikan. Sebut Polemik Bikin Malu Karanganyar!

“Saya pikir, tidak perlu ada pengerahan massa ke Jakarta. Serahkan saja sepenuhnya keputusan kepada MK,” kata dia.

Agus menambahkan, saat ini arus informasi sangat terbuka. Masyarakat harus berpikir jernih setipa menerima informasi dari berbagai media, terutama media sosial.

“Saat ini informasi sangat terbuka. Kita semua harus berpikir jernih dan tidak emosional serta tidak terprovokasi ketika  menerima satu  informasi, terutama dari media sosial,” pungkasnya. Wardoyo