loading...
Hamparan bangkai ikan menghiasi deretan karamba milik petani ikan di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Ngasinan, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (29/6/2019). Diperkirakan puluhan ton ikan di karamba WKO mati mendadak akibat perubahan cuaca dan wabah up willing dalam tiga hari terakhir. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Puluhan ton bangkai ikan di karamba milik petani di waduk kedung ombo (WKO) wilayah Desa Ngargosari,  Sumberlawang Sragen terpaksa dikubur.

Langkah itu terpaksa dilakukan menyusul kematian mendadak ikan-ikan  di karamba petani akibat perubahan cuaca dan wabah up willing atau naiknya racun sisa pakan dari dasar waduk dalam beberapa hari terakhir.

Wabah kematian ikan secara massif itu menimpa puluhan petani karamba di wilayah Boyolayar dan Ngasinan, Ngargosari, Sumberlawang.

Puluhan ton bangkai ikan berbagai jenis itu dikubur di lokasi daratan tak jauh dari WKO.

Salah satu pemilik karamba di Ngasinan, Ngargosari, Suryanto (45) mengatakan penguburan bangkai ikan terpaksa dilakukan karena ikan-ikan yang mati itu sudah tak lagi bisa dijual maupun dikonsumsi. Sehingga daripada menimbulkan bau busuk dan merembet ke karamba yang masih aman, para petani terpaksa mengubur tumpukan bangka ikan yang mati.

Menurutnya bangkai ikan yang dikubur berjumlah sangat banyak mencapai puluhan ton. Di karamba miliknya saja, ribuan ikan juga mati mendadak sejak tiga hari terakhir.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Sidang Perkara Pidana di Sragen Dilakukan Lewat Video Conference. Jaksa, Hakim dan Terdakwa Tak Boleh Saling Ketemu

“Bangkai ikan ini nanti akan kita bawa ke darat untuk dilakukan penguburan Mas. Habis mau dijual juga nggak laku, dibiarkan malah membusuk dan bisa memicu penyakit,” paparnya, Sabtu (29/6/2019).

Meluasnya wabah up willing dan kematian ikan, tak pelak membuat petani karamba di dua dusun itu kelimpungan. Hampir di sepanjang deretan karamba di dua titik itu dipenuhu pemandangan hamparan bangkai ikan mati.

Tak hanya di Ngasinan, di Boyolayar, Desa Ngargosari, para petani karamba juga bergotong royong membuat lubang untuk menimbun dan mengubur bangkai ikan di karamba mereka.

Penguburan masal bangkai ikan di wilayah ini dilakukan dengan membuat lubang besar di salah satu kebun warga dengan alat berat. Lantas tumpukan bangkai ikan di karamba diangkut ke darat dan ditimbun ke dalamnya.

Cipto (60), petani karamba di Boyolayar menuturkan penguburan bangkai ikan dilakukan untuk menghindari bau yang kurang sedap.

Baca Juga :  Tanggap Wabah Corona, Igana Jawa Tengah dan IARMI Sragen Berkolaborasi Gelar Penyemprotan Desinfektan di Wilayah Gabugan Tanon

Selain itu jika dibiarkan mengambang di perairan, dikhawatirkan bisa memicu racun bagi ikan lainnya.

“Pakai alat berat untuk buat lubang yang digunakan ngubur ikan. Perkiraan kami ada puluhan ton bangkai ikan yang mati selama tiga hari ini dan akan dikubur. Jenisnya ada yang nila, mujair, tombro dan gurame. Kalau dibiarkan malah bahaya Mas, nanti bisa jadi racun dan bau busuk,” ujarnya.

Di sisi lain, wabah keracunan up willing itu hingga kini belum juga mereda. Kematian ikan-ikan secara mendadak masih terjadi dan meluas ke beberapa karamba. Wardoyo