JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Misteri Mitra Bisnis Semut Rangrang Dikabarkan Sampai Bunuh Diri, Direktur MSB Sragen Sebut Bunuh Dirinya Karena Ini 

Direktur CV MSB, Sugiyono. Foto/Wardoyo

IMG 20190618 002716
Direktur CV MSB, Sugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Direktur bisnis investasi semut rangrang CV MSB Sragen, Sugiyono kembali melontarkan bantahan terkait kabar semut yang dibudidayakan kepada mitra dibunuh dengan cairan kimia saat dikembalikan ke perusahaan.

Ia juga menampik soal kabar ada mitra yang bunuh diri karena merasa tertipu dan merugi. Hal itu disampaikan kepada wartawan di Sragen saat mengklarifikasi gonjang-ganjing bisnis rangrang MSB yang dikabarkan tutup.

“Kalau ada yang bilang semut hasil panenan dihabiskan dan kamis musnahkan dengan cairan kimia itu tidak benar. Usaha ini kami bangun dengan jerih payah luar biasa swjak 2014,” katanya di hadapan wartawan.

Baca Juga :  Safari Ramadhan, PAC PP Kalijambe Sragen Terjun Bagi Takjil Hingga Bantu Pembangunan Masjid. Kades Apresiasi Positif, Ketua Berharap PP Makin Bermanfaat Bagi Masyarakat

Mantan Sekdes PNS yang pernah terjerat kasus penipuan arisan motor itu juga membantah tudingan ada mitra yang bunuh diri. Ia menyampaikan pernyataan salah satu mantan mitranya, Subandi yang menyebut ada mitra di Karanganyar yang bunuh diri itu tidak benar.

Sugiyono mengaku sudah mengecek ke lokasi dan mitra terdekat dengan orang yang bunuh diri.

“Saya cek ke yang dekat, informasinya dia bunuh diri karena persoalan asmara. Tinggalnya di Karanganyar. Boleh diklarifikasi kok,” tuturnya.

Ia mengakui usaha produksi semut rangrang yang dikelolanya hampir lima tahun, memang terpaksa dihentikan karena produksi panenan petani mitra kualitasnya jauh menurun.

Baca Juga :  Kisah Layatan Berujung Petaka di Sragen, Virus Menyebar, 38 Warga Langsung Positif Terpapar Covid-19 dan 1 Meninggal Dunia. Total Sudah Renggut 2 Nyawa

Sehingga semut yang diharapkan bisa dibibitkan kembali, jumlahnya sangat minim.

Usahanya sudah ditutup per Mei lalu. Namun operasional dan pengambilan panenan dari petani masih terus dilanjutkan sampai selesai.

Ia mengklaim pihaknya siap bertanggungjawab melakukan pembayaran sampai selesai sesuai penjadwalan yang disosialisasikan ke mitra melalui koordinator.

“Semua sudah terkondisikan. Kami sudah turun ke lapangan dan kami harap semua mitra tenang, semua kami akan selesaikan,” katanya. Wardoyo