loading...
Ilustrasi mayat

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  Misteri perempuan paruh baya tanpa identitas yang dikabarkan tewas usai pingsan saat melakukan ritual di dua candi Sukuh dan Cetho di wilayah Jenawi dan Ngargoyoso, Karanganyar, akhirnya terungkap.

Perempuan itu diketahui bernama Sri Utami (58). Korban diketahui berasal dari Tridadi, Sleman, Yogyakarta.

Kepastian identitas korban terungkap setelah pihak keluarganya datang ke RSUD untuk mengambil jenazahnya Minggu (9/6/2019). Jenazah korban sebelumnya sempat berada di RSUD Karanganyar sejak Kamis (7/6/2019).

Menurut petugas di RSUD, jenazah korban sudah diambil oleh pihak keluarga pada Minggu (9/6/2019) pukul 02.00 WIB.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi melalui Kapolsek Jenawi AKP Iwan Kusnindar kepada wartawan menyampaikan jenazah memang sudah diambil pihak keluarganya. Semula sempat diduga korban adalah orang Bali.

Namun setelah dilakukan pengecekan melalui tanda sidik jari, akhirnya diperoleh kepastian bahwa korban merupakan warga Sleman, Yogya.

“Katanya semula itu orang Bali, setelah dicek ternyata bukan. Setelah dicek melalui sidik jari ternyata orang Bantul, Yogyakarta,” papar AKP Iwan.

Terungkapnya identitas Sri Utami mengakhiri misteri yang menyelimuti sejak Rabu (6/6/2019). Semula korban dilaporkan pingsan dan diantar ke IGD RSUD sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Corona, Semua Pemudik Karanganyar Diminta Screening dan Isolasi Mandiri 14 Hari. Wabup Sebut Jangan Ngeyel!

Data yang dihimpun di lapangan, perempuan tanpa tanda pengenal itu dikabarkan pingsan saat mengunjungi Jenawi dan Ngargoyoso pada hari Lebaran Rabu (5/6/2019).

Kemudian, korban yang dalam kondisi tak sadarkan diri itu diantar oleh seseorang yang mengaku sebagai temannya ke RSUD Karanganyar.

“Menurut cerita dari temannya itu, si pasien melakukan ritual di Jenawi dan Ngargoyoso. Saat sampai di IGD, pasien sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menderita serangan stroke,” papar Kabid Pelayanan dan Medis RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan.

Meski tanpa identitas, korban kemudian ditangani di IGD. Sebab seseorang yang mengaku sebagai teman korban itu langsung pergi sesaat setelah mengantar.

Pasien sempat dirawat di High Care Unit sebelum kemudian meninggal pada Kamis (6/6/2019) pukul 17.00 WIB.

“Pasien meninggal Kamis pukul 17.00 WIB,” tuturnya.

Jenasah perempuan itu sempat beberapa hari ada di RSUD Karanganyar. Sebab tak ada keluarga yang menjemput. Akhirnya pihak RSUD  melapor ke kepolisian dan berkoordinasi dengan Dinsos dan Dinkes Karanganyar terkait adanya pasien meninggal tanpa identitas itu.

Baca Juga :  Buru Pembuang Mayat Bayi Dalam Plastik di Tawangmangu Karanganyar, Polisi Sisir Semua Wanita Hamil Yang Belum Lama Melahirkan

AKP Iwan juga menguraikan pihaknya sempat mengecek ke Candi Cetho untuk melacak informasi korban sempat pingsan saat ritual di sana. Namun setelah dicek, polisi yak menemukan adanya laporan orang pingsan saat hari kejadian di wilayah Candi Cetho.

“Memang sempat dikabarkan yang bersangkutan melakukan ritual di Candi Sukuh dan Cetho. Sudah kami cek tidak ada laporan orang pingsan di situ,” paparnya.

Sementara, perihal kabar Sri pingsan seusai ritual di Candi Cetho, Kapolsek menyampaikan pihaknya langsung mengecek ke lapangan. Namun setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, tak ditemukan informasi maupun laporan ada pengunjung pingsan saat kejadian. Wardoyo