loading...
Loading...
tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com –  Terdakwa kasus berita bohong, Ratna Sarumpaet mengalami nyeri di leher bagian belakang.

Karena itulah, melalui kuasa hukumnya, Insank Nasruddin, Ratna mohon izin kepada polisi untuk berobat.

“Saat ketemu tadi, Bu Ratna bilang sakitnya bukan terjadi tadi malam saja, tapi sebelum Lebaran beliau sudah merasakan, namun belum parah seperti saat ini,” kata Insank usai bertemu Ratna di Polda Metro Jaya, Selasa (11/6/2019).

Baca Juga :  Cegah Rusuh 22 Mei Terulang, Kapolri Larang Demo di Depan MK

Insank mengatakan telah meminta surat keterangan kepada Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya. Menurut Insank, keterangan dokter menunjukkan tekanan darah Ratna tinggi.

“Sehingga beliau merasakan nyeri di leher bagian belakang dan pusing,” kata dia.

Karena itu, Insank mengatakan pihak akan mengirim permohonan izin berobat di rumah sakit kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Surat itu rencananya dikirim besok, Rabu, 12 Juni 2019.

Baca Juga :  Jelang Sidang Perdana Sengketa Pilpres, Menhan: Keadaan Kondusif

Insank menegaskan, pihaknya tidak akan meminta penangguhan penahanan untuk Ratna. “Setelah berobat, ditahan lagi silakan,” ujar Insank.

Dalam kasus berita bohong yang menjeratnya, Ratna Sarumpaet telah mengajukan nota pembelaaan atau pleidoi atas tuntutan jaksa penutut umum 6 tahun penjara.

Ratna menilai jaksa tidak berhasil membuktikan pasal yang didakwakan. Khususnya, unsur keonaran dalam cerita bohong ihwal penganiyaan yang dikarangnya.

Baca Juga :  Wiranto: Kalau Medsos Ingin Lancar, Jangan Sebar Hoaks

Menurut dia, jaksa terkesan memaksakan tuntutan terhadap Ratna sarumpaet dengan melihat fenomena kegaduhan di sosial media.

“Dari awal saya merasa ini ditekan, dipaksakan harus terjadi Ratna harus ditahan,” ujar Insank usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

www.tempo.co

Iklan
Loading...