loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Putusan sembilan hakim MK terkait hasil pembahasan sengketa Pilpres 2019 bersifat final dan mengikat. Artinya, putusan itu harus diterima seluruh pihak.

Demikian dikemukakan oleh Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono.

“Yang terpenting apapun keputusan MK nanti, itu adalah kewenangan majelis hakim. Desain konstitusional, kita semua sudah tahu, keputusan MK itu final dan mengikat,” katanya di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Hal itu dikatakan Fajar menyikapi munculnya sejumlah rencana beberapa kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi di sekitar lingkungan Gedung MK, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat menjelang sidang putusan paling lambat Jumat (28/6/2019).

Baca Juga :  Kebakaran Hutan dan Lahan di Kaltim, 9 Orang Jadi Tersangka

Secara normatif, kata Fajar, penyampaian pendapat adalah kewenangan kepolisian sebagai aparat keamanan yang memberikan izin keramaian.

Namun sepanjang aksi itu digelar sesuai ketentuan keamanan dan ketertiban, MK tidak bisa mengeluarkan larangan.

“Aksi unjuk rasa merupakan saluran demokrasi. Kita tidak bisa melarang. Bagi MK, aksi semacam itu silakan saja, tetapi jangan sampai mengganggu agenda persidangan MK,” ujarnya.

Baca Juga :  43 Perusahaan Disegel Oleh KLHK Terkait dengan Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Fajar mengatakan tahapan sidang terbuka sengketa Pilpres 2019 sudah digelar selama sepekan sejak Jumat (14/6/2019), secara transparan dan disaksikan publik. Saat ini prosesnya telah sampai pada tahapan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk memperoleh pendapat dari sembilan hakim MK.

“Oleh karena itu, proses yang sudah transparan tidak ada lagi yang patut diragukan. Aksi apapun tidak akan bisa mengintervensi putusan MK,” katanya.

Menurut Fajar tidak ada lagi peluang bagi yang kalah dalam sidang MK untuk mengajukan pembelaan hukum, karena sudah bersifat final dan mengikat.

Baca Juga :  Jokowi Minta KPK Bijak, Agus Rahardjo: Mengembalikan Mandat Bukan Berarti Mundur

Fajar berharap sengketa yang terjadi dalam Pilpres 2019 akan berakhir di MK.

“Publik sudah tahu aturan mainnya. putusan MK nanti sudah absolut tidak bisa di -challenge dengan hukum apapun,” kata dia

Fajar mengajak seluruh pihak untuk taat dan hormat pada putusan hakim MK apapun hasilnya nanti.

“Mari kita dewasa, jangan memaksakan hal di luar mekanisme konstitusional yang sudah ada,” katanya.

www.tempo.co

Loading...