JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Setelah 40 Tahun DO, Gelandangan Ini Kuliah  Lagi dan Berniat Menulis Buku

Tempo.co
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pertemuan dengan seorang mahasiswa, mendorong gelandangan ini melanjutkan kuliah setelah 40 tahun ditinggalkannya.

Gelandangan asal Texas, Amerika Serikat  itu bernama David Carter. Ia mengucapkan terima kasih kepada Ryan Chandler, mahasiswa studi jurnalisme dan pemerintahan di Universitas of Texas.

Mereka secara tidak sengaja bertemu di kota Austin pada 3 Juni lalu. Saat itu Chandler mengurus perkuliahannya dan bertemu Carter.

Setelah mengetahui masa lalu Carter seorang mahasiswa drop out dari pertemuan itu, Chandler berjanji membantu gelandangan itu kembali melanjutkan kuliahnya.

Baca Juga :  Gempa Bermagnitudo 7 Guncang Turki, Getaran Terasa hingga Yunani dan Puluhan Bangunan Runtuh

Carter meninggalkan kampus setelah tangannya tidak dapat lagi digunakan untuk menggambar akibat mengalami kecelakaan. Padahal, dia tinggal menyelesaikan satu semester lagi untuk merampungkan perkuliahannya.

“Harapannya untuk mendapat gelar digantikan dengan kemelaratan, cacat, dan ketergantungan, kombinasi takdir membawa Carter ke jalan, seperti halnya banyak dialami gelandangan lainnya,” kata Chandler seperti dikutip dari laporan Asia One, 6 Juni 2019.

Chandler membantu Carter menyesuaikan transkrip nilai agar dia diterima di Universitas Texas.

Kabar gembira disampaikan Chandler di akun Facebook pada 2 Juni lalu bahwa Charter diterima kembali dan akan melanjuntkan perkuliahannya.

Baca Juga :  WHO Berharap Ada Satu Atau Dua Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Massal Sebelum Akhir 2020

“Kami berhasil melakukannya. Setelah 6 tahun mengemis di Drag, David Carter diterima kembali ke UT dan akan melanjutkan kuliahnya minggu ini,” tulis Candler di akun Facebook.

Kabar gembira lainnya, universitas membebaskan Carter dari biaya pendaftaran masuk kuliah.

Sekembalinya ke kampus, mantan gelandangan ini ingin mengawali kuliahnya dengan mengambil kursus untuk membantunya fokus pada penelitian dan menulis buku tentang gerakan hak-hak sipil.

www.tempo.co