loading...
Loading...
Tim inafis Polres Sragen dan Polsek Gondang Sragen saat mengevakuasi jasad korban gantung diri di Srimulyo Gondang Minggu (23/6/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Dukuh Srimulyo, Desa Srimulyo, Gondang digegerkan dengan aksi bunuh diri salah satu warga setempat, Minggu (23/6/2019). Suparno alias Parno Telo (65) ditemukan tewas gantung diri di kandang ayam belakang rumahnya.

Kakek asal Dukuh Bontit RT 25, Srimulyo, Gondang itu ditemukan tak bernyawa dalam posisi terduduk di atas kandang ayam dengan tali terikat di leher dan blandar.

Data yang dihimpun, insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Korban kali pertama ditemukan oleh tetangganya, Warseno (59).

Menurut keterangan saksi, saat itu ia berniat membuang sampah di belakang rumahnya yang membelakangi dengan rumah korban.

Saat di belakang rumah, pandangannya mendadak tertuju pada sosok korban yang berada di atas kandang ayam. Saat itu, ia mencurigai kondisi korban yang terlihat seperti duduk namun tak bergerak dengan kepala agak menunduk.

Baca Juga :  Razia Besar-Besaran di Lapas Sragen, Petugas Temukan Ada Napi Sembunyikan Senjata Tajam dan Kartu Remi

Penasaran, Warseno langsung mendekat. Alangkah terkejutnya ketika ia mendekat dan mendapati korban ternyata sudah tewas dalam kondisi leher terikat tali tambang.

Mendapati hal itu, ia langsung melapor ke warga lain. Tak lama berselang tim Polsek Gondang dan Inafis Polres langsung tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP.

Setiba di lokasi, tim langsung menurunkan jasad korban dan mengidentifikasi. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan kejadian itu.

Menurutnya dari hasil olah TKP dan pemeriksaan tim medis Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Baca Juga :  Detik-detik 10 Menit Nan Mencekam Angin Menyapu Donoyudan Kalijambe.  Puluhan Pohon Besar Tumbang, Puluhan Rumah Diterpa Kerusakan 

“Korban meninggal murni karena gantung diri. Dari keterangan pihak keluarga, korban mengalami penyakit komplikasi dan sudah lama tak sembuh. Hal itulah diduga memicu korban mengalami depresi dan putus asa sehingga nekat mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” tandasnya. Wardoyo

Loading...