loading...
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dua kecamatan di wilayah Karanganyar, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan karena aksi penolakan imunisasi yang dilakukan sebagian warganya. Dinas juga menyebut aksi penolakan itu perlahan merambat ke wilayah lain dan terus meningkat dengan alasan keyakinan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, usai rapat pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Imunisasi, Rabu (26/06/2019).

Dua kecamatan yang paling banyak melakukan penolakan terhadap imunisasi adalah Desa Blumbang dan Kalisoro yang berada di kecamatan Tawangmangu, serta Desa Beruk, yang berada di Kecamatan Jatiyoso.

“Proses penolakan menguat dan sudah sampai tahap mindset, bahwa melakukan imunisasi tidak sesuai dengan keyakinan. Setelah dicermati, yang menolak itu dari induk yang sama. Penolakan ini merambat secara perlahan,” kata Cucuk Heru Kusumo, Rabu (26/06/2019).

Cucuk menjelaskan peningkatan penolakan untuk melakukan imunisasi ini, mendekati angka 2 %.

Baca Juga :  Darurat Corona, Ratusan Pemudik Karanganyar asal Jabodetabek Sudah Tiba. Dishub Siapkan 3 Posko Pemeriksaan, Bakal Gandeng Polisi Juga!

Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya, namun belum membuahkan hasil yang cukup signifikan. Bahkan, tim juga sudah dibentuk, namun belum bisa bergerak.

“ Kita harus cermati kondisi ini.  Yang dulunya hanya dua person, sekarang penolakan mendekati hampir 2 persen. Kita harus mengulang kembali. Saat pembentukan forum, atas saran bupati, tim disiapkan, untuk mengunjungi masing-masing rumah. Jika tetap tidak mau, maka kita buatkan surat pernyataan yang berisi alasan penolakan. Sehingga jika terjadi sesuatu, maka mereka juga harus ikut bertanggungjawab, dan tidak serta merta menyalahkan pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya,  Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir mengenai imunisasi yang saat ini mulai gencar dilakaukan.

Hal tersebut dikatakan bupati, menanggapi aksi penolakan yang dilakukan sebagian masyarakat untuk melakukan imunisasi terhadap anak mereka, dengan alasan keyakinan.

Baca Juga :  Data Terbaru Corona Karanganyar, Jumlah ODP Tambah 506 Orang Jadi 751 Orang. Jumlah PDP Turun Jadi 14 Orang, 5 PDP Dinyatakan Sembuh

Selain itu, warga yang menolak melakukan imunisasi tersebut, karena bahan yang digunakan untuk pembuatan imunisasi tersebut, berasal dari barang haram.

“Saya minta untuk tidak perlu khawatir. Bahan untuk imunisasi ini sudah diuji  dan sudah diberikan fatwa halal. Bahan dan prosedur pembuatannya juga jelas. Untuk itu, saya meminta kepada warga, untuk kesehatan anak, segera lakukan imunisasi,” ujar bupati. Wardoyo