JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ingin Melihat Embun Es di Dieng, Ini yang Perlu Disiapkan

Musim kemarau sedang memasuki puncaknya. Di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara Jateng suhu di bawah 0 derajat Celsius, ditandai dengan munculnya embun beku, atau biasa disebut Embun Upas, yaitu embun beracun. tribunjateng/khoirul muzaki/ist
Musim kemarau sedang memasuki puncaknya. Di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara Jateng suhu di bawah 0 derajat Celsius, ditandai dengan munculnya embun beku, atau biasa disebut Embun Upas, yaitu embun beracun. tribunjateng/khoirul muzaki/ist

BANJARNEGARA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kabar fenomena embun es di Dieng telah tersebar luas. Hal ini ternyata membuat penasaran sebagian orang.

Fenomena embun es di Dieng tahun ini terbilang tak biasa. Bun upas, istilah warga lokal, muncul lebih cepat sejak awal kemarau, Mei 2019 lalu.

Hingga hari ini, Rabu (26/6/2019), embun es terhitung telah muncul 13 kali. Bahkan embun beku muncul secara berurutan, atau nyaris setiap hari dalam sepekan belakangan ini.

Di luar dampak negatifnya bagi dunia pertanian, embun es Dieng, ternyata cukup disukai wisatawan. Mereka yang penasaran berbondong-bondong ke Dieng dengan harapan bisa berjumpa dengan si cantik embun es.

Sejak dinihari, saat loket wisata belum dibuka, para wisatawan dari berbagai daerah sudah memenuhi pelataran Candi Arjuna.

Embun es memang paling rajin singgah di rerumputan dan dedaunan di komplek candi peninggalan umat Hindu itu. Mereka umumnya menginap di homestay-homestay tak jauh dari candi agar bisa berburu es sepagi mungkin.

Baca Juga :  Sebanyak 1.876 Warga Kudus Positif Covid-19, Total Kesembuhan Pasien Capai 1.542 Kasus

“Ke candinya pagi-pagi,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Wisata Dieng, Aryadi Darwanto

Tetapi masyarakat perlu tahu, embun es lahir karena suhu berada di bawah titik beku. Karenanya, masyarakat dari berbagai daerah perlu persiapan khusus jika ingin berkunjung ke Dieng. Pasalnya, umumnya masyarakat Indonesia terbiasa hidup di tengah cuaca hangat.

Mereka yang tak terbiasa dengan cuaca dingin akan terkaget jika tidak mampu mengantisipasinya. Terlebih jika hawa dingin itu berada di bawah titik beku hingga melahirkan fenomena embun es.
Kondisi ini tentu tak boleh disepelekan. Dampak serius jika seorang gagal melawan suhu dingin Dieng antara lain Hipotermia.

Kondisi ini muncul saat tubuh tak mampu mempertahankan suhu tubuh karena paparan suhu yang teramat dingin. Kekhawatiran lain pada wisatawan yang memiliki penyakit bawaan lain semisal asma yang bisa saja kambuh karena terpaan suhu dingin.

Baca Juga :  Bupati Pati Cup Dalang Anak dan Remaja Sangat Menginspirasi

Karenanya, wisatawan yang hendak berlibur ke Dieng di musim dingin sebaiknya mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Kondisi tubuh tentu jadi pertimbangan utama. Wisatawan yang kondisi tubuhnya tidak fit sebaiknya menunda ambisinya untuk berburu embun es.

Kondisi tubuh bugar bukan berarti kebal dari cuaca dingin. Wisatawan perlu mempersiapkan pakaian untuk melindungi tubuh dari paparan suhu beku Dieng.

Di antaranya baju hangat, jaket, sarung tangan, kaus kaki, hingga penutup kepala. Termasuk sepatu untuk melindungi kaki saat menapaki permukaan berselimut es.

Tak kalah penting, menurut dia, obat-obatan semisal minyak kayu putih dan obat flu perlu dipersiapkan. Ini untuk jaga-jaga jika suhu dingin mulai menganggu kesehatan.

www.tribunnews.com