loading...
Tempo.co

BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ucapan Capres 02, Prabowo Subianto sesaat sebelum meninggalkan rumah Susilo Bambang Yudhoyono, membuat Ketum Demokrat itu merasa tak nyaman.

Ucapan yang disampaikan Prabowo saat bertakziah  wafatnya Ani Yudhoyono tersebut, menyinggung soal pilihan politik mendiang Ani Herawati Yudhoyono, Senin (3/6/2019).

Presiden Indonesia ke-6 ini merasa ucapan Prabowo itu tak elok lantaran keluarganya masih berduka.

“Itu statement Pak Prabowo, itu politik, tentang Bu Ani, please tidak perlu disampaikan. Hari-hari ini penuh ujian bagi saya, Ibu Ani. Jangan dikaitkan dengan politik, itu tidak tepat dan tidak elok,” kata SBY, Senin ( 3/6/2019).

Baca Juga :  Data Terbaru, Wabah Corona Sudah Tewaskan 16.500 Orang di Seluruh Dunia. Total Warga Terinfeksi Positif Mencapai 337.000 Orang

Menurut SBY, almarhum istrinya pun pasti tidak ingin dikaitkan dengan politik. “Saya mohon pengertian perasaan kami yang berduka, beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik,” ujarnya.

Prabowo mulanya menyampaikan rasa belasungkawa atas wafatnya Ani Yudhoyono. Ia pun meminta maaf ke SBY lantaran baru bisa melayat dan sempat membatalkan rencana menjenguk Ani yang kedua kalinya di Singapura.

Di akhir pernyataannya, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menilai bahwa dia merasa dekat dengan Ani Yudhoyono.

Terlebih ia mendapat informasi bahwa Ani mendukungnya di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Setelah itu, Prabowo bergegas pergi meninggalkan rumah SBY.

Baca Juga :  Cemburu Lihat Istri Curhat ke Pria Lain, Pria Ini Nekat Tusuk Korban

Namun, setelah Prabowo pergi, SBY menghampiri wartawan. SBY meminta wartawan tidak memberitakan pernyataan Prabowo soal sikap politik istrinya itu.

www.tempo.co