JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

UMS Gelar Halal Bihalal: Saat Ini Indonesia Krisis Inspirasi Kejujuran

madu borneo
madu borneo
madu borneo

SUKOHARJO (JOGLOSEMARNEWS.COM )-Setelah melewati libur merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melangsungkan Silaturahmi dan Halal bi halal pada hari pertama masuk.

Para Pimpinan, tenaga pengajar, karyawan UMS berserta keluarga mereka terlihat memadati Auditorium M Djazman untuk mengikuti acara Silaturahmi dan Halal Bi Halal Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (15/6/2019).

Menurut Wakil Rektor II, Dr Sarjito MT, agenda usai Idul Fitri ini sudah rutin dilaksanakan setiap bulan Syawal. Kegiatan ini sebagai sarana memupuk persaudaraan dan silaturahim antar sivitas akademika UMS. Tak hanya itu, momen saling bersalaman dan memaafkan juga tak ketinggalan dilakukan oleh semua yang hadir.

Baca Juga :  UNNES Kerjasama Dengan Puskesmas Jatisrono I Wonogiri Terbitkan Booklet Siaga Corona Alias BOSICO, Ternyata Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19

Rektor UMS, Dr Sofyan Anif, M.Si mengungkapkan keberhasilan UMS sejauh ini karena kebersaaman antar pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa yang terus dirawat. Salah satunya dengan ajang silaturahmi dan halal bihalal ini. “Tanpa kebersamaan seluruh civitas akademika UMS, maka prestasi akan sulit dicapai. Karena itulah mari kita rawat dan pupuk terus kebersamaan ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu tak lupa Rektor juga menyampaikan berbagai prestasi yang terus diukir UMS di kancah dunia pendidikan tinggi di tanah air maupun internasional. Rektor juga mengajak kepada seluruh Pimpinan dan karyawan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang semakin baik.

Halal bihalal diisi tausiyah oleh dr Agus Taufiqurrahman, M Kes, Sp.S, Ketua Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca Juga :  UNS Lockdown, Besok Wisuda Digelar Daring

Dalam penyampaiannya,  dr Agus Taufiqurrahman menyatakan pentingnya silaturahmi di kalangan masyarakat dari tinjauan agama maupun secara relasi sosial kekinian. Meski sudah ada teknologi informasi yang canggih, Agus menyarankan agar silaturahmi dengan tatap muka dan jabat tangan tetap diprioritaskan.

Dalam kesempatan itu, Agus Taufiqurrahman juga menyoroti makin menyusutnya orang-orang jujur di tanah air.

“Kita ini sekarang krisis inspirasi orang-orang jujur. Masyarakat banyak disuguhi kecurangan-kecurangan, saling manipulasi dan sejenisnya. Kita justru mencari contoh-contoh kejujuran dari luar negeri. Mari kita mulai perilaku-perilaku jujur karena kalau negara dikelola dengan kejujuran maka rahmat Allah SWT akan menghampiri bangsa ini,” ungkapnya.(Triawati)