loading...
Loading...
Rakor lintas sektoral penanggulangan HIV/AIDS yang digelar KPA Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Laju penambahan kasus HIV/AIDS di Sragen terus menunjukkan peningkatan. Setidaknya, ditemukan 1.118 kasus positif HIV/AIDS di Bumi Sukowati dengan 116 korban meninggal dunia.

Atas kondisi itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sragen pun terus bergerak mengintensifkan penanganan untuk menekan pertambahan kasus. Termasuk jaminan ketersediaan obat serta layanan tes HIV di Puskesmas.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penanggulangan HIV-AIDS Kabupaten Sragen dan Evaluasi Program Semester 1 Tahun 2019 yang digelar Rabu (17/7/2019). Rakor dipimpin langsung Sekretaris KPA Sragen, Haryoto dengan dihadiri OPD terkait, Lapas, Kemenag, PMI serta LSM Peduli AIDS.

Baca Juga :  Pengunjung Kian Sepi Omzet Anjlok Hingga 50 %, Ratusan Pedagang Pasar di Sragen Menjerit

Haryoto mengungkapkan rakor digelar untuk menyosialisasikan rencana aksi daerah penaggulangan HIV/AIDS tahun 2017-2021 sekaligus mengevaluasi program yang sudah dijalankan pada semester I 2019 ini.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan sinergitas bersama antara layanan kesehatan, penjangkauan dan pendampingan ODHA untuk mencapai target pengendalian HIV/AIDS pada semester berikutnya.

“Dari KPA menjamin ketersediaan obat ARV bagi ODHA dan layanan tes HIV di tempat layanan kesehatan atau Puskesmas,” terangnya.

Baca Juga :  Polemik PTSL Kembali Muncul di Sragen. Warga Katelan Tangen Tuding Biaya Rp 700.000 Tak Transparan, Panitia Klaim Peserta Sangat Puas Sampai Syukuran! 

Sementara, Pengelola Program KPA Sragen, Wahyudi menyampaikan hingga awal Juli 2019, jumlah kasus HIV/AIDS di Sragen mencapai 1.118 kasus. Data itu merupakan riil kasus yang ditemukan oleh KPA di lapangan.

Jumlah itu di bawah estimasi Kemenkes yang memperkirakan jumlah kasus HIV/AIDS di Sragen sebanyak 1.828 kasus. Jika dipersentase, jumlah kasus yang ditemukan di Sragen hanya 61 persen dari estimasi Kemenkes.

“Kalau jumlah kasus meninggal, sampai akhir Juni 2019 sudah mencapai 116 kasus,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...